Penyekatan 10 Titik di Jakarta, Polisi: Masih Banyak yang Nongkrong Tanpa Prokes

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 21 Juni 2021 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 338 2428580 penyekatan-10-titik-di-jakarta-polisi-masih-banyak-yang-nongkrong-tanpa-prokes-NJuXnoZCdv.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Polisi melakukan penyekatan atau pembatasan di 10 titik di Jakarta guna memutus mata rantai Covid-19 mengingat angka kasus positif meningkat. Selain itu, masih banyak tempat usaha yang buka melebihi jam batas operasional dan kerap terjadi kerumunan.

"Masih banyak ditemukan restoran dan kafe-kafe yang di luar ketentuan, jam 9 malam harus tutup, itu peraturan Gubernur Nomor 759. Coba dilihat, termasuk perpanjangan PPKM berbasis komunitas, lalu juga ada aturan yang jelas mengingatkan pengusaha," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada wartawan, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Tembus 2 Juta, Berikut Sebarannya

Menurutnya, selain masih banyaknya tempat usaha yang buka melebihi batas waktu yang ditentukan, banyak pula warga nongkrong hingga menimbulkan kerumunan di sejumlah kawasan Jakarta. Adapun kerumunan itu bisa menimbulkan penyebaran Covid-19, apalagi saat nongkrong tak ada batasan jaga jarak hingga tak memakai masker.

Untuk itulah, kebijakan penyekatan atau pembatasan pengguna jalan pun diambil sebagai langkah memutus mata rantai Covid-19. Apalagi, dari hasil survei, di 10 titik tersebut pada pukul 21.00-04.00 WIB banyak terjadi kerumunan.

Baca juga: IDAI: 1 dari 8 Kasus Covid-19 Adalah Anak-Anak, Angka Kematian Tinggi

"Kami akan giat terus melaksanakan operasi yustisi di jam-jam sebelum itu (penyekatan), menyadarkan masyarakat untuk taat prokes. Kita juga tetap melakukan patroli, melakukan pembubaran, preventif strike yang kita kedepankan," tegas Yusri.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini