Share

Ali Sadikin, Jakarta dan Cita-Citanya Menjadi Seorang Pelaut

MNC Portal, · Selasa 22 Juni 2021 06:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 338 2428607 ali-sadikin-jakarta-dan-cita-citanya-menjadi-seorang-pelaut-lxB7rDKgCg.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Siapa yang tak menganal Ali Sadikin. mantan Gubernur DKI Jakarta yang keras dan agak kontroversial. Ia dikenal simpel tapi langsung ke tujuan, Itulah impresi Mantan Presiden Soekarno saat mendeskripsikan seorang Ali Sadikin.

HUT Jakarta selalu jadi momentum banyak orang untuk mengenang begitu berjasanya Ali untuk Ibu Kota. Pun dengan saat ini.

Ali Lahir di Sumedang, Jawa Barat, 7 Juli 1927, Ali kecil bercita-cita menjadi pelaut. Ia masuk ke Sekolah Tinggi Pelayaran di zaman Jepang. Saat perang kemerdekaan, ia masuk BKR-Laut, cikalbakal TNI-AL. Demikian dikutip dari buku 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia, Penerbit Narasi.

Kemudian ia dikirim ke Tegal, Jawa Tengah untuk membentuk pangkalan AL dan Korps Marinir. Selain bertempur melawan Agresi Belanda I dan II . Ali Sadikin juga turut menumpas Permesta di Sulawesi Utara.

Setelah pensiun dari kemiliteran dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (Letjen) KKO dan tidak lagi menjabat Gubernur DKI, Bang Ali masih menjalin kontak dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki komitmen tinggi terhadap masa depan bangsa. Keterlibatannya dalam Petisi 50 membuat rezim Orde Baru memberangus hak-hak politiknya.

Berikut Profil singkat Ali Sadikin:

Nama : Ali Sadikin

TTL : Sumedang, 7 Juli 1927

Meninggal : Singapura, 20 Mei 2008

Istri :

- Nani Arnasih Sadikin (Meninggal: 1986)

- Linda Syamsuddi Mangan (Meninggal: 2008)

Anak :

- Boy Sadikin

- Yasser Umarsyah Sadikin

- Irawan Hernadi Putra

- Edi Trisnadi Putra

- Benyamin Irwansyah Putra

Pendidikan :

- Sekolah Tinggi Pelayaran di zaman Jepang

- BKR-Laut, cikalbakal TNI-AL

Pangkat Terakhir : Letnan Jenderal (Letjen) KKO

Karir :

- 1963-1966 : Menteri Perhubungan Laut Indonesia

- 1964-1966 : Menteri Koordinator Kompartemen Kemaritiman Indonesia

- 1966-1977 : Gubernur DKI Jakarta

- 1977-1981 : Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia

Kontroversi Kepemimpinan :

- Mengembangkan Hiburan malam di Ibukota

- Melegalkan perjudian di ibukota untuk menjamin pembangunan di Jakarta tetap bisa berjalan .

- Menjadikan Kompleks Kramat Tunggak sebagai lokalisasi pelacuran

Jasa :

- Pembangunan Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, dan Kota Satelit Pluit

- Memperbaiki fasilitas umum

- Menggagas pesta rakyat tahun dalam menyambut hari jadi Kota Jakarta setiap 22 Juni

- Merevitalisasi Pasar Gambir yang saat ini dikenal Jakarta Fair

- Pemilihan Abang None Jakarta

- Melestarikan tradisi Betawi

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini