Pendukung Habib Rizieq Kirim Surat Terbuka ke PN Jaktim Minta HRS Divonis Bebas

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Senin 21 Juni 2021 20:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 338 2428690 pendukung-habib-rizieq-kirim-surat-terbuka-ke-pn-jaktim-minta-hrs-divonis-bebas-uxiA21OIpP.jpeg Habib Rizieq dalam sel. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) mengirimkan surat terbuka ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (21/6/2021). Surat tersebut berisi permintaan agar HRS divonis bebas dalam kasus RS UMMI Bogor.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal mengatakan, surat terbuka itu diterima bagian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). 

Baca juga: Panas! Ratusan Pendukung Habib Rizieq Minta Bima Arya Dilengserkan

"Surat diterima pukul 11.35 WIB. Simpatisan yang datang informasinya cuma satu. Diterima bagian PTSP lalu diteruskan ke Majelis Hakim-nya," kata Alex saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Senin (21/6/2021). 

Dalam perkara RS UMMI Bogor, yang memimpin persidangan diketuai hakim Khadwanto dengan anggota Mu'arif dan Suryaman.

Baca juga: Di Rutan Bareskrim Habib Rizieq Mengajarkan Napi Alquran hingga Kajian Subuh

Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menegaskan, pihanya menilai kasus yang menjerat Habib Rizieq Shihab, Hanif Alatas dan dr Andi Tatat semata hanya kriminalisasi dan sarat dengan muatan politis.

“Bagi kami seseorang bila dipidana hanya karena kondisi kesehatan seseorang adalah seseorang sangat tidak masuk akal dan jauh dari rasa keadilan," ujarnya.

Pembuatan video terkait kesehatan HRS, lanjut dia, tak lain untuk membungkam kabar miring ihwal kondisi Habib Rizieq yang dilaporkan kritis.

“Karena itu kami meminta kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara agar membebaskan mereka dari segala dakwaan dan tuntutan yang tidak masuk akal sehat tersebut," tutur Maarif.

Dalam perkara RS UMMI Bogor ini JPU menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bersalah terhadap Rizieq dengan hukuman enam tahun penjara.

Sementara terhadap Hanif dan dr. Andi Tatat JPU menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bersalah dengan hukuman dua tahun penjara. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini