HUT ke-494, Siapa Penduduk Asli Jakarta?

Agnes Teresia, Okezone · Selasa 22 Juni 2021 06:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 338 2428764 hut-ke-494-siapa-penduduk-asli-jakarta-jqxWrS51kk.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - DKI Jakarta genap berusia 494 tahun pada hari ini 22 Juni 2021. Namun Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ibu Kota kembali seperti pada tahun kemarin, lantaran masa pandemi virus corona (Covid-19).

(Baca juga: Seangkatan Kiai Hasyim Asy'ari, Ulama Banten Berusia 154 Tahun Ini Hebohkan Warga)

Berbagai macam suku hidup berdampingan di Jakarta. Namun tahukah Anda siapa penduduk asli kota yang sebelumnya bernama Sunda Kelapa ini?

Menilik pembahasan dari buku Sejarah Kota Jakarta 1950-1980, sejak kapan arus migran pertama kali memasuki wilayah Jakarta sulit ditentukan secara pasti. Hal ini disebabkan sulitnya menentukan siapa sebenarnya penduduk asli Jakarta. Kalau kita mengembalikan pada masa yang paling awal, mungkin sekali bahwa penduduk asli Jakarta adalah sebenarnya migran juga. Mungkin dari Jawa Timur, Jawa Tengah atau dari wilayah lain.

(Baca juga: Viral! SPG Cantik Ini Diburu Netizen Usai Bermesraan dengan Suami Orang)

Apabila yang dimaksud penduduk Jakarta asli adalah mereka yang tinggal di Jakarta sebelum masuknya kolonial Belanda, maka sebagian orang Tionghoa dan beberapa suku bangsa Indonesia dapat dianggap sebagai penduduk "asli" Jakarta.

Namun perbedaan yang jelas antara penduduk non-migran dan penduduk asli rupanya tidak mendapat perhatian. Sampai sekarang yang dikenal sebagai penduduk asli adalah mereka yang disebut sebagai orang Betawi, umumnya tinggal di pinggiran Jakarta, sedangkan selebihnya yang umumnya tinggal di wilayah pusat Jakarta adalah penduduk pendatang. Perbedaan umum itu rupanya didasarkan atas faktor latar belakang budaya dan keturunan.

Orang pertama yang melakukan penelitian mengenai komposisi penduduk Jakarta berdasarkan suku bangsa adalah Lance Castles yang ditulisnya pada tahun 1967 dengan judul "The Ethnic Profile of Djakarta".

Lances secara jelas menggambarkan bahwa penduduk Jakarta asli jumlahnya hanya 655.400 orang dan hanya menduduki urutan ketiga dari 16 kelompok suku bangsa pribumi yang menjadi penduduk Jakarta. Jika dibandingkan dengan total penduduk Jakarta pada waktu itu ternyata jumlah penduduk Jakarta asli kurang dari seperempatnya atau persisnya hanya 22,9 persen dari jumlah seluruhnya.

Apabila kita memberi perhatian pada banyaknya pendatang yang menjadi penduduk Jakarta pada tahun 1961. Maka kita dapat memperkirakan bahwa arus migran yang masuk ke wilayah Jakarta tentu sudah lama terjadi. Suku bangsa Sunda, Jawa dan Madura serta Minangkabau adalah suku-buku bangsa pribumi yang paling awal bermigrasi ke wilayah Jakarta.

Di samping itu terdapat juga penduduk non pribumi yang jumlahnya 10,1% dari seluruh penduduk Jakarta, yaitu Tionghoa yang jumlahnya 294.000 jiwa dan menempati urutan keempat terbanyak sesudah Sunda, Jawa-Madura dan Minangkabau. Hal itu disebabkan orang-orang Tionghoa memang sudah ada di Jakarta jauh sebelum kemerdekaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini