Parah! Pasien Covid-19 Ini Malah Gelar Pesta Pernikahan, Puluhan Warga Depok Terpapar

Antara, · Selasa 22 Juni 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 338 2429074 parah-pasien-covid-19-ini-malah-gelar-pesta-pernikahan-puluhan-warga-depok-terpapar-O4egXUIpI3.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA – Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Bahkan, di sejumlah wilayah Jabar seperti Depok, telah ditemukan virus Corona varian delta asal India.

(Baca juga: Corona Varian Delta Mengganas, Ridwan Kamil: Sudah Masuk Depok dan Karawang!)

Namun mirisnya lagi, banyak warga seakan tidak peduli akan bahayanya virus tersebut. Seperti yang terjadi di Kota Depok. Seorang warga yang terkonfirmasi positif di Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, tidak melakukan isolasi mandiri dan malah bersosialisasi dengan warga lain di luar rumah sementara puluhan warga di lingkungan RW setempat telah terinfeksi positif virus corona.

(Baca juga: Catat! Ini Instruksi Terbaru Menteri Tito Karnavian soal PPKM Mikro)

Ketua RT 2 RW 4 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong, Depok, Tuwin saat dihubungi di Jakarta, membenarkan bahwa ada warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak tanggal 14 Juni 2021, namun baru melapor pada hari ini.

Bahkan Tuwin mengatakan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut sempat menyelenggarakan hajatan pernikahan di lingkungan pemukimannya.

"Saya juga bingung, kemarin katanya habis di-uap di RS HGA, kok tetap hajatan," kata Tuwin dan menyebutkan tidak mengetahui alasan warga tersebut tidak melaporkan dirinya telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Warga tersebut diketahui merasakan gejala sejak tanggal 5 Juni, kemudian diambil spesimennya oleh RS Hasanah Graha Afiah (HGA) pada tanggal 12 Juni.

Kemudian, RS HGA mengeluarkan hasil tes konfirmasi positif Covid-19 pada tanggal 14 Juni 2021. Padahal warga tersebut diketahui menyelenggarakan acara pernikahan pada tanggal 12 Juni 2021 di lingkungan rumah.

Terhitung sudah tujuh hari warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut tidak melakukan isolasi mandiri dan bersosialisasi seperti biasa, atau 16 hari setelah munculnya gejala.

Tuwin mengatakan di wilayah RT-nya diketahui sedikitnya empat orang positif Covid-19. Sementara di lingkungan RW 3 yang membawahi enam RT setidaknya lebih dari 30 orang positif Covid-19, satu orang di antaranya meninggal dunia.

Dia mengaku telah melaporkan kasus Covid-19 ke puskesmas terdekat untuk diambil tindakan selanjutnya. Namun hingga kini belum ada langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan Depok untuk menyetop penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan tersebut.

"Pak RW bilang katanya sudah lapor ke kelurahan, supaya diteruskan ke Kantor Wali Kota, tapi belum ada tindakan," katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan kasus Covid-19 yang warganya tidak isolasi mandiri di Kelurahan Sukamaju.

"Baik," kata Novarita saat dihubungi dan meminta alamat lengkap wilayah penyebaran Covid-19 di Sukamaju itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini