Breaking News: 20 ASN Pemkot Bogor Positif Covid-19

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 22 Juni 2021 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 338 2429153 breaking-news-20-asn-pemkot-bogor-positif-covid-19-nRV6t8LNT8.jpg Dedie A Rachim. (Foto: Putra R)

BOGOR - Sebanyak 20 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor terkonfirmasi positif Covid-19 hasil swab PCR. Kebanyakan, mereka yang terpapar usai melakukan perjalanan luar kota.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan puluhan ASN itu berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya Bapenda, Bappeda, Diskominfostandi, DPMPTSP dan lainnya.

Baca juga: Antre Vaksinasi Covid-19, Warga Semarang Malah Bergerombol

"Tidak seluruhnya (OPD) ini di lingkungan Balai Kota. Yang sudah terlacak perjalanan luar kota, klaster keluarga dan menghadiri satu pertemuan. Tapi secara spesifik pertemuan apa saya juga belum tahu ya," kata Dedie kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Saat ini, pihaknya sedang melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan para ASN tersebut. Sedianya, proses tracing dilakukan terhadap 20 kontak erat dari satu pasien positif Covid-19.

Baca juga: 23 Kelurahan di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Covid-19

"Pertama kami akan melakukan tracing perorang 10 sampai 15 orang dalam kurun waktu dua minggu ke belakang yang punya riwayat kontak erat. Jadi kalau ada 20 yang positif, kita akan melakukan tracing kepada 400 orang terhadap orang yang punya riwayat kontak erat selama dua pekan terakhir," ungkap Dedie.

Kemudian, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kantor yang di dalamnya terdapat ASN positif selama satu pekan ke depan. 

"Kedua, melakukan penyemprotan disinfektan di kantor atau dinas di mana tempat ASN itu terpapar. Dari kemarin, ini sudah kami lakukan dan akan terus kami lakukan satu pekan ke depan," jelasnya. 

Sesuai arahan dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Pemerintah Kota Bogor juga akan memberlakukan work from home sebesar 75 persen. Sehingga, belum ada rencana penutupan total. 

"Sejauh ini belum ada yang ditutup (OPD), karena ini semua belum jadi klaster, kami masih melakukan tracing. Apabila nanti ada kasus penambahan akan kami pertimbangkan untuk menentukan langkah-langkah yang lebih sesuai," tutup Dedie. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini