Lebih Ketat, Anies Perpanjang PPKM Mikro hingga 5 Juli

Tim Okezone, Okezone · Rabu 23 Juni 2021 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 338 2429466 lebih-ketat-anies-perpanjang-ppkm-mikro-hingga-5-juli-cIbxLdJvFn.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro selama 14 hari berlaku mulai 22 Juni-5 Juli 2021. Dalam aturan kali ini, dilakukan pengetatan menyusul melonjaknya kasus Covid-19

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 796 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro. Adapun jenis pembatasan kegiatan masyararakt berbasis mikro, di antaranya meliputi:

Kegiatan tempat kerja dan perkantoran harus work from home (WFH) 75 persen dan work from office (WFO) 25 persen dengan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Baca Juga: Sinyal Bahaya! BOR RSDC Wisma Atlet Tembus 90,22%, Kini Tersisa 723 Bed

Kegiatan sektor esensial, seperti sektor energi, komunikasi IT, keluangan, logistik, perhotelan, industri, pelayanan dasar, utilitas publik, dan objek vital nasional. Kemudian, tempat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, antara lain, pasar rakyat, toko, swalayan, berjenis minimarmet, supermarte, hypermarket, perkulakan dan toko khusus baik yang berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan dan toko/warung kelontong.

Pada sektor esensial tersebut, beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat; Kegiatan belajar mengajar baik di sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan, pelatihan dilaksanakan secara online.

Kegiatan restoran, seperti warung makan, rumah makan, kafe, restoran, pedagang kaki lima/lapak jajanan pada lokasi binaan dan lokasi sementara, harus menerapkan makan atau minum di tempat paling banyak 24 persen kapasitas pengunjung. Kemudian, dine in sampai dengan pukul 20.00 WIB, dapat melayani take away/delivery sesuai jam operasional restoran (24 jam) dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

Baca Juga: Prof Wiku Buktikan Meski 2 Kali Divaksin Tak Kebal Covid-19

Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall yakni pembatasan pengunjung 25 persen kapasitas dan jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat. Kegiatan peribadatan harus dilakukan di rumah.

Kegiatan pada fasilitas kesehatan beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. Kegiatan pada area publik dan tempat lainnya yang menimbulkan kerumunan massa ditiadakan.

Kegiatan Seni, Budaya, Sosial Kemasyarakatan, rapat, seminar, pertemuan luring ditiadakan, khusus untuk kegiatan hajatan (kemasyarakatan) paling banyak 25 persen dati kapasitas dan tidak ada hidangan makan di tempat.

Kegiatan pada moda transportasi, seperti kendaraan umum angkutan massal, taksi konvensional dan online, kendaraan rental, maksimal penumpang 50 persen dari kapasitas dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. Sedangkan untuk ojek online dan pangkalan, penumpang 100 persen dari kapasitas dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini