Berikut Sejumlah Kasus Penipuan Jual Beli Rumah

MNC Portal, · Kamis 24 Juni 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 338 2429998 berikut-sejumlah-kasus-penipuan-jual-beli-rumah-LaZ880kpGz.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Langkah waspada harus terus dilakukan saat melakukan transaksi apapun, termasuk jual beli rumah. Beberapa kasus penipuan jual beli rumah pernah terjadi, dan merugikan korbannya hingga miliaran rupiah. Berikut sejumlah kasusnya yang dirangkum oleh Litbang MNC Portal Indonesia dari berbagai sumber.

1. Wanita Tunanetra Korban Penipuan (2021)

Kasus ini baru saja terjadi pada Juni 2021. Seorang wanita berinisial EPS yang tinggal di wilayah elit di Sentul, Bogor menjadi korban penipuan oleh makelar tanah. Kejadian bermula saat korban dengan kondisi tunanetra ini berniat menjual rumahnya seharga Rp 8 miliar.

Dilansir dari Okezone.com, awalnya korban mengenal makelar tanah itu dari asiten rumah tangganya. Lanjutnya, sang asisten rumah tangga mengabarkan kalau ada pihak yang ingin memberikan pinjaman uang agar korban bisa membuka usaha. Jaminannya adalah rumah akan dijual.

Korban kemudian mendapat uang sebesar Rp800 juta, tanpa diketahui oleh saksi. Padahal, angka gadai rumah yang disepakati adalah Rp1 miliar, dipotong biaya lain termasuk administrasi.

Menurut pengacara korban, Pablo Benoa sebagaimana dikutip dari Okezone.com, surat yang telah ditandatangani tanpa sepengetahuan saksi itu rupanya adalah surat pengosongan rumah.

Korban lantas tertipu dan harus mengosongkan rumah 3 lantai peninggalan suaminya yang berasal dari Jerman. Padahal, tujuan awal korban menjual rumah itu adalah ingin pindah ke rumah yang lebih sederhana dan membuka usaha.

2. Notaris Gadungan Tipu Pembeli Rumah (2019)

 

Kejadian ini bermula pada akhir tahun 2019, ketika seorang korban dengan inisial IH memberikan sertifikat rumahnya kepada seorang komplotan penipu. Korban bermaksud ingin menjual rumahnya senilai Rp70 miliar.

Kala itu, salah satu komplotan pelaku yang berinisial D mengajak korban untuk melihat keabsahan sertifikat rumah tersebut, ke kantor notaris yang ternyata palsu. Di sana, sudah ada tersangka RH yang menunggu.

Korban diharuskan datang ke kantor BPN Jakarta Selatan untuk proses selanjutnya. Namun, korban yang ketika itu diwakilkan oleh temannya, yakni L tidak tahu jika sertifikat tersebut sudah ditukar dengan sertifikat palsu.

Melansir berbagai sumber, komplotan tersangka itu kemudian menyerahkan sertfikat asli kepada rentenir sebagai jaminan pinjaman senilai Rp11 miliar. Korban menyadari telah menjadi korban penipuan ketika ada orang yang ingin membeli rumahnya. Setelah dilakukan pengecekan ke BPN, ternyata sertifikat yang dipegang korban adalah palsu.

3. Komplotan Penipu di Kemang (2017)

RB, wanita berusia 46 tahun melaporkan kasus penipuan yang menimpanya Polda Metro Jaya. Kejadian tersebut terjadi pada Agustus 2017 lalu ketika korban ingin menjual rumah dan rukonya seharga Rp35 miliar. Kemudian, ada seorang broker dengan insial I yang meyakinkan korban untuk mencarikan pembeli.

Dikutip dari Sindonews.com, beberapa waktu kemudian I kembali menemui korban dengan membawa seseorang yang bernisial AYDSS. Tersangka inilah yang mengajak korban pergi ke notaris untuk melakukan pembayaran tahap 1. Saat itu, korban mendapat uang Rp2 miliar. Sementara itu, sertifikat rumah dan rukonya ditahan oleh tersangka AYDSS.

Transaksi kedua berselang 3 bulan setelahnya dengan nominal Rp7,8 miliar. Saat itu, korban disuruh menandatangani dokumen pinjam meminjam dengan notaris berbeda. Dirinya merasakan adanya kejanggalan dan mempertanyakan hal itu kepada notaris, namun tidak ada jawaban.

Benar saja, tanpa disadari korban, surat itu berisi bahwa korban harus mengosongkan rumah per 1 Maret 2018 jika tidak bisa mengembalikan pinjaman. Korban merasa terjebak. Sementara itu, penasehat hukum korban melaporkan 7 orang terduga pelaku dari sindikat penipuan ini. Ajeng Wirachmi/Litbang MPI

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini