DKI Berencana Naikan Tarif Parkir, Apakah Sudah Waktunya?

Bima Setiyadi, MNC Portal · Kamis 24 Juni 2021 05:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 338 2430040 dki-berencana-naikan-tarif-parkir-apakah-sudah-waktunya-WlBAZPINhL.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Wacana kenaikan tarif parkir di Jakarta kembali bergulir. Kenaikan tarif parkir dinilai mampu mengendalikan kemacetan di Ibukota.

Pembahasan revisi Peraturan Gubernur (PErgub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2017 tentang tarif layanan parkir tengah dilakukan guna memuluskan rencana menaikan tarif parkir.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebutkan, usulan perubahan tarif parkir disesuaikan dari ruas jalan berada. Misalnya ruas Jalan Gajah Mada, Jalan KH Hasyim Ashari dan Jalan Ir Juanda Jakarta Pusat yang merupakan ruas jalan pada koridor utama angkutan umum massal sehingga parkir onstreet dan offstreet di sepanjang ruas jalan tersebut dan di jalan-jalan di sekitar jalan utama diterapkan tarif parkir tinggi.

Misalnya, jika saat ini pada kawasan pengendali parkir (KPP) onstreet sebuah mobil dapat dikenakan tarif Rp 12.000/jam, maka dalam usulan revisi nantinya tarif batas maksimal untuk parkir mobil dapat dikenakan Rp 60.000/jam. Tarif parkir motor onstreet dapat mencapai Rp 8.000/jam sampai Rp 18.000/jam.

Selain itu, untuk koridor utama angkutan umum massal/kawasan berorientasi transit (offstreet) tarif yang dikenakan untuk parkir mobil dapat mencapai Rp 5.000/jam sampai Rp 25.000/jam.

Sementara untuk non koridor utama angkutan umum massal/non kawasan berorientasi transit tarif yang dapat dikenakan untuk mobil dapat mencapai Rp 5.000/jam sampai Rp 10.000/jam.

Kemudian, tarif parkir tertinggi juga akan dikenakan bagi kendaraan bermotor yang tidak lulus uji emisi.

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan aturan baru tarif parkir di Ibu Kota ini diharapkan dapat mengurangi pergerakan kendaraan pribadi dan kemacetan lalu lintas.

"Ini bertujuan memberikan keadilan kepada warga dalam melakukan mobilitas dengan kontrol berbasis integrasi transportasi," tegasnya.

Lalu, kapan waktu yang pantas untuk memberlakukan kenaikan tarif parkir ?

Direktur Inisiatif Strategis Untuk Trasnportasi (Intrans), Dharmanigtyas menjelaskan, kenaikan tarif parkir memang salah satu instrumen pengendalian lalu lintas. Menurutnya, hal itu akan efektif bila layanan transportasi sudah memadai.

Sejauh ini, Tyas melihat layanan trasnportasi di Jakarta sudah semakin baik dan tahapan integrasi antar moda pun sedang dilaksanakan. Misalnya saja integrasi halte CSW TransJakarta dengan Stasiun MRT Asean. Kemudian integrasi stasiun kereta Commuter dengan Trasnjakarta yang sudah dibangun di empat stasiun sebelumnya. Bahkan, rencanan tarif tiket pembayaran akan berada dibawah satu tiket pada Agustus mendatang.

"Saya kira layanan angkutan umum sudah baik dan terus ditingkatkan. Beberapa stasiun tengah dibangun terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Saya setuju kalau tarif parkir dinaikan,"ungkapnya.

Kendati demikian, Tyas meminta pemberlakuan naiknya tarif parkir menunggu masa pandemi Covid-19 selesai sambil menunggu peningkatan layanan transportasi yang tengah dikebut saat ini.

"Tunggu Covid-19 selesai baru diberlakukan,"ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Yuke Yurike menuturkan, selain peningkatan layanan umum, Pembatasan kendaraan baik dengan kenaikan retribusi parkir atau jalan berbayar harus dibarengi dengan penyedaian park and ride.

"Apakah Pemprov DKI sudah mampu menyediakan fasilitas parkir off street dengan jumlah dan pelayanan memadai. Kemudian apabila masyarakat didorng untuk meninggalkan kendaraannya dirumah atau dilokasi park and ride, apakah sistem angkutanya sudah memadai dan memenuhi masyarakat," pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini