Breaking News! Menantu Habib Rizieq Divonis 1 Tahun Penjara Kasus RS UMMI

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Kamis 24 Juni 2021 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 338 2430214 breaking-news-menantu-habib-rizieq-divonis-1-tahun-penjara-kasus-rs-ummi-CUD6zUmXxW.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis terdakwa Muhammad Hanif Alatas kurungan penjara selama 1 tahun. Menantu Habib Rizieq Shihab itu dinyatakan bersalah karena menyebar kebohongan dan membuat keonaran.

(Baca juga: Penampakan Ribuan Pendukung Habib Rizieq Bertahan di Flyover Pondok Kopi)

"Menyatakan terdakwa Muhammad Hanif Alatas bin Abdurahman Alatas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama primer penuntut umum," ujar Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021).

Atas ulahnya yang menyebarkan berita bohong dan menerbitkan keonaran tersebut, maka Majelis Hakim menjatuhi hukuman 1 tahun penjara terhadap menantu Habib Rizieq itu.

Habib Hanif telah terbukti melanggar pasal 14 ayat 1 UU no 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP UU no 8 1981 tentang hukum acara pidana serta perundang-undangan lain yang bersangkutan.

(Baca juga: Kisah Soeharto Ditangkap Tentara karena Disangka Simpatisan PKI)

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena dengan pidana penjara selama satu tahun," kata Majelis Hakim.

Majelis Hakim juga menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Habib Hanif dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. "Memerintah terdakwa tetap ditahan," kata Hakim.

Hal-hal yang memberatkan vonis terhadap Habib Hanif yakni yang bersangkutan dianggap meresahkan masyarakat.

"Keadaan yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat," kata Hakim.

Sedangkan hal-hal yang meringankan, Habib Hanif belum pernah dihukum dan juga masih memiliki tanggungan keluarga.

"Dan keadaan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, pengetahuan terdakwa sebagai guru agama masih dibutuhkan umat," ungkap Hakim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini