Share

Kasus Penembakan di Taman Sari, 1 Tersangka dan 1 Saksi Positif Menggunakan Sabu

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 24 Juni 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 338 2430293 kasus-penembakan-di-taman-sari-1-tersangka-dan-1-saksi-positif-menggunakan-sabu-hhrMCuajZu.jpg Polisi menangkap pelaku penembakan di Taman Sari, Jakarta Barat.(Foto:iNews)

JAKARTA - Dua dari 10 orang yang diamankan dalam kasus penembakan remaja di Taman Sari, Jakarta Barat, diketahui positif menggunakan narkotika jenis sabu.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo mengatan, dua orang yang positif amfetamin atau sabu itu adalah tersangka HS dan saksi berinisial NSK.

"Hasil pemeriksaan, dua orang hasil cek urinenya positif amfetamin atau sabu," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo saat konferensi pers, Kamis (24/6/2021).

Kendati ada yang ditemukan positif, Namun, aparat tak menemukan barang bukti sabu saat menangkap para pelaku di sebuah kontrakan di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (22/6) dinihari.

Ady mengatakan, empat orang tersangka dalam kasus ini adalah JP (45), HS (41), DT (35), dan FW (25). JP, kata dia, adalah pelaku utama dalam kasus ini. Dialah yang menembakkan peluru tajam dari senjata api jenis revolver. Tembakan itu mengenai korban MIS (18).

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Taman Sari

Sedangkan tiga tersangka lainnya, kata Ady, dijerat karena kepemilikan senjata tajam (sajam). Sajam tersebut diketahui turut digunakan saat insiden penembakan remaja dini hari itu.

Diberitakan sebelumnya, polisi telah mengamankan 10 orang pelaku yang diduga terlibat dalam kasus penyerangan dan pembunuhan terhadap korban MIS (18) di Taman Sari, Jakarta Barat pada Selasa (22/6). Di mana dari empat orang itu ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rutan Mapolrestro Jakarta Barat. Sementara enam orang lainnya masih berstatus sebagai saksi.

Polisi juga menyita beberapa senjata tajam, air softgun dan senjata api rakitan jenis revolver saat menggeledah sebuah rumah kawasan Bukit Duri Tebet, Jakarta Selatan.

Atas kejadian itu, keempat tersangka dikenakan pasal berlapis yakni Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 terkait senjata api dan Pasal Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002 dan Pasal KUHP 354 dan 338 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini