Abai Prokes, Satpol PP Bubarkan Pesta Pernikahan di Mampang Prapatan

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Sabtu 26 Juni 2021 23:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 338 2431437 abai-prokes-satpol-pp-bubarkan-pesta-pernikahan-di-mampang-prapatan-bO2pLknngf.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Aparat gabungan membubarkan acara pernikahan yang digelar di Cafe Respati halaman Gedung Mustika, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Acara tersebut digelar di tengah kasus Covid-19 yang melonjak drastis di Ibu Kota. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Tegal Parang, TB Maulana mengatakan, resepsi pernikahan itu dibubarkan karena melanggar protokol kesehatan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang diperpanjang hingga 5 Juli 2021. 

Baca juga: Viral! Restoran Khas Timur Tengah di Puncak Sajikan Tarian Striptis

"Undangannya melebihi kapasitas 25 persen," kata Maulana kepada wartawan, Sabtu (26/6/2021). 

Kemudian Maulana menyebut sekitar 50 tamu undangan yang hadir terlihat berkerumun. 

"Kalau pengukur suhu tubuhnya ada, tapi ini enggak ada jaga jarak. Kita bubarinnya juga ngeri sebenarnya lagi kayak gini," jelasnya. 

Baca juga: Bupati Lebak Positif Covid, 25 Orang Terdekat Ikut Terpapar

Maulana mengungkap, penyelenggara acara turut melakukan pelanggaran lain. Salah satunya menyediakan makanan secara prasmanan. 

"Kita sanksi teguran tertulis untuk penyelanggaranya atau EO (event organizer) dan kita sanksi pembubaran," tegasnya. 

Penertiban ini berawal dari informasi pengelola Gedung Mustika. Diketahui pengelola ingin acara resepsi digelar sesuai protokol kesehatan, namun penyelenggara tidak mengindahkan peraturan.  

"Dari pengelola gedung menyediakan fasilitas tempat tapi harus dengan prokes. Nah, yang melanggar ini EO-nya,” pungkasnya.  

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 796 Tahun 2021 tentang perpanjangan masa PPKM Mikro di Ibu Kota hingga 5 Juli mendatang. Diantaranya ada ketentuan penyelenggaraan hajatan atau resepsi dibatasi 25 persen dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan di tempat. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini