IGD RSUD Penuh, Rahmat Effendi: 40% dari Luar Bekasi

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Minggu 27 Juni 2021 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 338 2431498 igd-rsud-penuh-rahmat-effendi-40-dari-luar-bekasi-qWdrYqRbpb.jpg RSUD Bekasi (Foto : Sindo)

BEKASI - Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Chasbullah Abdulmajid (CAM) Kota Bekasi, Jawa Barat, mendadak ramai jadi perbincangan di media sosial lantaran jumlah pasien Covid-19 yang membludak.

Akibatnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kementerian Sosial (Kemensos) pun mendirikan tenda darurat sebagai ruang tunggu sementara.

Soal itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut, 40 persen pasien yang dirawat di RSUD Kota Bekasi tidak berdomisili di Kota Bekasi.

"Hampir 40 % berdomisili di luar Kota Bekasi, maka dari itu tidak mungkin untuk menolak warga yang sudah datang ke RSUD CAM," ujar Rahmat Effendi dalam keterangan tertulis, Minggu (27/6/2021).

Ia mengklaim Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama pihak RSUD Bekasi tidak membedakan layanan berdasarkan KTP. Melainkan tetap menyamakan bentuk pelayanan berdasarkan KTP Indonesia.

Selain itu, Pemkot Bekasi terus berupaya menambah jumlah bed untuk menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19. "Wali Kota hanya inginkan para warga bisa tertampung pada RSUD CAM ini walau bukan ber-KTP dari Kota Bekasi saja, upaya akan disegerakan untuk penambahan bed di dalam tenda BPBD agar tidak lagi memviralkan lewat media sosial," tulisnya.

Baca Juga : Begini Penanganan Covid-19 di RSUD Bekasi yang Sempat Membeludak

Pria yang karib disapa Bang Pepen itu mengatakan kapasitas rumah sakit swasta di Bekasi juga berstatus penuh. Hal itu yang membuat pasien positif beramai-ramai mendatangi RSUD Bekasi yang membuat kondisi kelebihan kapasitas di IGD.

"Karena orang ini sudah dari puskesmas sudah mendapatkan kesulitan, RS swasta juga sudah full, sehingga mereka mencari yang mudah, ya yang mudah itu ke rujukan utama di RSUD Chasbullah ini," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, ramai di jagat media sosial kondisi membludaknya pasien positif yang menunggu dibawah tenda darurat bahkan ada yang menunggu diatas mobil bak terbuka. Namun, berdasarkan data sore 26 Juni 2021, kondisi tersebut mulai terurai tidak ada lagi penumpukan pasien di depan IGD.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini