Tidak Ada PPKM Darurat, Jumlah Kasus Aktif di DKI Jakarta Diprediksi Segera Tembus 100 Ribu

Carlos Roy Fajarta, · Rabu 30 Juni 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 338 2433023 tidak-ada-ppkm-darurat-jumlah-kasus-aktif-covid-19-dki-jakarta-diprediksi-tembus-100-ribu-kasus-jOJaMMyPRw.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dibutuhkan di DKI Jakarta melihat pergerakan dan peningkatan jumlah kasus Covid-19 selama beberapa hari terakhir.

Bahkan, diprediksi apabila pemerintah tidak melakukan pengetatan segera mungkin, maka 100 ribu kasus aktif Covid-19 di Jakarta akan tercapai antara tanggal 8-13 Juli 2021, bahkan mencapai dua kali lipatnya dengan 200 ribu kasus pada 22 Juli 2021.

Hal tersebut berdasarkan data situasi penanganan pandemi Covid-19 DKI Jakarta yang dipaparkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa 29 Juni 2021 kemarin saat Rakor PPKM Darurat dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca juga: Tingkat Keterisian RS Covid-19 DKI Jakarta di Atas 90%

Ada enam antisipasi skenario 100 ribu kasus aktif dengan berbagai langkah yang perlu dilakukan:

1. RS kelas A dikhususkan sepenuhnya untuk ICU Covid-19.

2. RSDC Wisma Atlet dikhususkan untuk penanganan pasien dengan gejala sedang-berat.

3. Rusun diubah menjadi fasilitas isolasi terkendali untuk pasien dengan gejala ringan.

4. Mengubah stadion indoor dan gedung-gedung konvensi besar menjadi rumah sakit darurat penanganan kasus darurat kritis, diusulkan untuk dalam satu manajemen RSDC Wisma Atlet.

5. Memastikan kebutuhan tenaga kesehatan terpenuhi termasuk penambahan tenaga kesehatan dari luar DKI Jakarta.

6. Memastikan ketersediaan oksigen, APD, alat kesehatan dan obat-obatan.

Baca juga: PPKM Mikro Darurat, Transportasi Umum Beroperasi Normal

(fkh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini