Anies Baswedan: PPKM Darurat Tengah Difinalisasi Menko Marves

Dimas Choirul, MNC Media · Rabu 30 Juni 2021 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 338 2433248 anies-baswedan-ppkm-darurat-tengah-difinalisasi-menko-marves-HWkTEU6YJB.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: Ist)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membocorkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat yang bakal berlaku di wilayah Jawa-Bali.

Anies mengatakan, kebijakan itu kini tengah difinalisasi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

“Semua sedang difinalisasikan hari ini oleh Menko Kemaritiman dan Investasi sebagai ketua untuk penanganan di Jawa, sehingga nanti diumumkannya se-Jawa, bukan hanya untuk satu dua lokasi saja,” kata Anies usai menghadiri rapat bersama pemerintah pusat secara daring, Rabu (30/6/2021).

Anies melanjukan, nantinya akan ada panduan detail yang harus diikuti seluruh daerah di dua pulau yang mencatatkan kasus konfirmasi positif tertinggi di Indonesia. Ia juga mengatakan, kebijakan itu akan diumumkan langsung oleh pemerintah pusat dalam waktu dekat ini.

“Yang umumkan pemerintah pusat. Nanti, oleh pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah dikabarkan akan segera menerapkan PPKM Darurat. Pemberlakuan PPKM Darurat itu disebut-sebut akan diumumkan Presiden Jokowi dalam waktu dekat.

Berdasarkan hasil rapat yang digelar di Istana, terdapat sejumlah point yang disepakati dalam penerapan PPKM Darurat tersebut. Jokowi akan menugaskan dua menterinya yaitu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Hasil rapat terbatas istana menyepakati Menko Marves LBP mengambil alih penanganan pandemi di Jawa Bali dan Menko Perekonomian Airlangga memegang penanganan selain wilayah Jawa Bali,” ujar sumber MNC Portal, Selasa (29/6/2021).

Sumber tersebut menyebut, PPKM Darurat juga akan diterapkan untuk wilayah Jakarta selama dua minggu kedepan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini