Share

Warga Sawah Besar Jakarta Pusat Bikin Alat Disinfektan Gunakan Mesin Kompresor, Tanki dan Gerobak

Rani Sanjaya, iNews · Jum'at 02 Juli 2021 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 338 2434174 warga-sawah-besar-jakarta-pusat-bikin-alat-disinfektan-gunakan-mesin-kompresor-tanki-dan-gerobak-gvPkVqBHRN.jpg Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Setelah sembilan warga Sawah Besar, Jakarta Pusat, terkonfirmasi positif Covid-19, sejumlah warga berinisiatif membuat sebuah alat disinfektan menggunakan mesin kompresor air, tangki dan gerobak.

Modifikasi pompa yang biasa dipakai bengkel cuci semprot kendaraan itu, sengaja dibuat agar bisa menjangkau gang-gang sempit di pemukiman padat yang biasanya tidak bisa di tembus oleh kendaraan roda empat.

Memasuki gang - gang sempit pemukiman penduduk di Jalan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, sejumlah warga mengenakan APD lengkap melakukan penyemprotan disinfektan.

Tak hanya dinding rumah dan pagar, penyemprotan secara menyeluruh juga di lakukan di sepanjang area jalan serta pekarangan rumah.

Baca Juga: Cegah Covid-19, Baja Perindo Semprot Disinfektan di Sunter Agung Jakut

Namun ada hal berbeda yang digunakan warga untuk mensterilisasi pemukiman, yakni menggunakan gerobag disinfeksi, sebuah alat yang di rakit secara swadaya.

Layaknya kendaraan pemadam kebakaran berukuran mini, mesin yang di modifikasi dari kompresor air, tangki dan gerobak dorong ini mampu menghasilkan daya semprot yang cukup kuat, sehingga bisa menjangkau titik - titik tertentu.

Selain efisien dan unik, gerobak disinfeksi itu juga mampu melewati gang - gang sempit di pemukiman padat.Sehingga warga tidak perlu lagi melakukan penyemprotan secara manual, atau mengandalkan petugas pemadam kebakaran.

Ketua RW 07, Kelurahan Kartini, H Urip mengatakan, inisiatif warga membuat gerobag disinfeksi bermula dari kembali terpaparnya 9 warga berdasarkan hasil tes PCR. Sebelumnya, 135 warga lainnya juga sempat terpapar Covid-19.

"Tujuannya, agar wilayah yang kini berstatus zona kuning tidak lagi menyandang predikat zona merah penyebaran Covid-19," ujarnya.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini