RSUD Bekasi Pastikan Stok Oksigen Medis Aman

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Jum'at 02 Juli 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 338 2434479 rsud-bekasi-pastikan-stok-oksigen-medis-aman-Nc8J7A2bOQ.jpg Warga sedang mengantre membeli tabung oksigen di Tambun Selatan (Foto: Abdullah M Surjaya)

BEKASI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memastikan stok oksigen untuk kebutuhan medis dalam kondisi aman. Meski, jumlah pasien di fasilitas kesehatan itu telah melebihi kapasitas ruangan dengan dominasi pasien Covid-19. Sedangkan, agen pengisian oksigen di Bekasi mulai kekeringan.

Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Sumarti memastikan ketersediaan oksigen untuk kebutuhan medis di rumah sakit plat merah masih cukup aman. Sebab, rumah sakit memiliki tempat penyimpanan oksigen yang cukup besar sehingga mampu menampung oksigen dalam jumlah banyak.

”Stok kita banyak dan aman untuk waktu lama,” katanya.

Baca Juga:  Isoman di Rumah Tanpa Pertolongan Medis, Kondisi Nenek Nur Memburuk

Menurut dia, perlengkapan medis itu digunakan untuk melayani seluruh pasien rawat inap yang membutuhkan bantuan oksigen sementara bagi pasien dengan kamar tidur tambahan diberikan oksigen jenis tabung.

”Kita banyak pakai liquid O2 jadi punya tabung penampungan yang sangat besar untuk melayani pasien rawat inap. Yang pakai tabung untuk yang extra bed saja,” ujarnya.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di agen pengisian oksigen medis yang mulai kekurangan stok imbas melonjaknya kasus Covid-19. Agen Tio Gas Group Jalan Sultan Hasanudin Tambun Selatan misalnya, banyak pembeli mengaku sangat kecewa lantaran sudah tidak mendapatkan isi ulang oksigen medis tersebut.

”Saya sudah cari di tiga tempat, oksigen medisnya kosong semua. Mau coba ke tempat lain,” kata Pradita (35) yang datang ke agen Tio Gas Group membawa tiga tabung berukuran satu kubik itu.

Dia mengaku sudah empat hari kesulitan mendapatkan oksigen medis demi kebutuhan anggota keluarganya yang terpapar Covid-19 dan tengah menjalani isolasi secara mandiri.

Baca Juga:  Inmendagri PPKM Darurat Terbit, Begini Rincian Pengetatan Kegiatannya

Karyawan agen isi ulang oksigen Feri Yusuf mengaku kelangkaan terjadi karena pengurangan pasokan dari suplier yang disebabkan tingginya permintaan rumah sakit. Padahal, jumlah permintaan warga yang keluarganya sedang menjalani isolasi mandiri juga melonjak drastis.

”Kondisi ini sudah terjadi hampir seminggu lebih,” ungkapnya.

Selain kesulitan mendapatkan oksigen medis masyarakat juga harus rela mengeluarkan uang lebih banyak dari harga sebelumnya. Jika sebelumnya harga oksigen untuk tabung ukuran satu kubik dijual Rp20 ribu saat ini menjadi Rp25 ribu.

”Karena kondisinya langka, jadi ada kenaikan harga dari sananya,” tegasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini