Kondisi Memburuk, Warga Paksa Masuk ke Rumah Lansia Naik Ojol ke RS Fatmawati

Hasan Kurniawan (Sindonews), Sindonews · Sabtu 03 Juli 2021 00:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 338 2434739 kondisi-memburuk-warga-paksa-masuk-ke-rumah-lansia-naik-ojol-ke-rs-fatmawati-0nnJA74q4g.jpg Warga membawa Nur, yang isolasi mandiri ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya makin buruk.(Foto:SINDOnews/Hasan Kurniawan)

TANGERANG SELATAN - Setelah lama menunggu tidak ada tenaga medis yang datang, warga akhirnya memaksa masuk ke rumah Nur di RT002/001, Jurangmangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, untuk memberikan pertolongan.

Di dalam rumah, didapati kondisi warga yang tinggal seorang diri ini terus mengalami penurunan. Nur hanya bisa tergolek lemah di atas tempat tidur dalam rumahnya. Tidak adanya pemeriksaan medis, membuat kondisi lansia ini semakin parah saja.

Pihak keluarga yang khawatir, akhirnya memaksa masuk tanpa memakai perlengkapan medis. Meski disadari penuh risiko penularan, warga terpaksa mengambil tindakan pemeriksaan.

Dengan hanya memakai sarung tangan karet dan masker, warga memeriksa kondisi Nur dan bersepakat membawa Nur segera ke RS Fatmawati, Jakarta.

Baca Juga: Penyebab Masih Banyak Nakes Belum Terima Insentif 2020

Drama penyelamatan lansia yang isoman (isolasi mandiri) ini, membuat haru lingkungan, sekaligus menyesalkan tidak adanya respon dari dinas kesehatan dalam melakukan upaya pemeriksaan pasien.

"Jadi ada perawat, kebetulan tetangga rumah. Jadi dimintai tolong memeriksa. Dia biasa memeriksa pasien Covid-19," kata D, putra Nur, kepada Sindonews, di lokasi pasien, Jumat (2/7/2021).

Kondisi D sendiri baru saja dinyatakan negatif usai menjalani isoman di rumahnya, di Ciputat. D bersama istri dan anaknya juga terpapar Covid-19. Istri D bahkan masih dirawat di RS Fatmawati.

Sebelum dibawa ke RS Fatmawati, pihak keluarga sudah menghubungi sejumlah RS swasta di sekitar, seperti RS Premier Bintaro. Namun, dikatakan penuh pasien. Pasien pun akhirnya dibawa naik Grab.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangsel tengah menyiapkan PPKM Darurat. Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar yang dihubungi pun enggan komentar banyak.

"KTP dan nomor telepon?," kata Allin, saat diberitahu ada pasien yang butuh penanganan segera. Namun, hingga beberapa jam menunggu, penanganan medis yang diharapkan itu tidak ada.

Lebih buruk, saat dihubungi lagi, Kepala Dinas Kesehatan itu tidak mau memberikan komentar. Bahkan saat ditelpon, dia tidak mau mengangkatnya.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini