PPKM Darurat, Sejumlah Orang Sholat Berjamaah di Apartemen Taman Rasuna

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 03 Juli 2021 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 03 338 2434978 ppkm-darurat-sejumlah-orang-sholat-berjamaah-di-apartemen-taman-rasuna-HQAqFOLVy8.jpg Sholat berjamaah di depan musholla Apartemen Taman Rasuna (foto: ist)

JAKARTA - Sejumlah orang menggelar sholat berjamaah di musholla Apartemen Taman Rasuna di Jalan H. R. Rasuna Said, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan. Padahal, dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, tempat ibadah harus ditutup.

Baca juga:  Polisi Tutup 41 Titik Jalan di Wilayah Kota Bandung

Berdasarkan rekaman video yang diterima Okezone, Sabtu (3/7/2021). Terlihat seorang pria berkaos hitam dan celana training hitam mengumandakan adzan di depan musholla apartemen yang terletak di parkiran apartemen.

Baca juga:  Hari Pertama PPKM Darurat, Banyak Kafe dan Rumah Makan Tak Patuh

Lalu sebanyak delapan orang pria terlihat menggelar sholat berjamaah di depan musholla apartemen, dengan menggunakan masker dan alas untuk sholat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola Apartemen Taman Rasuna terkait peristiwa tersebut.

Perlu diketahui sebelumnya, dalam PPKM Darurat ini Pemerintah telah memisahkan antara sektor yang diperkenankan beroperasi dan yang tidak diperbolehkan beroperasi saat PPKM Darurat.

Adapun sektor yang diperkenankan beroperasi adalah sektor esensial dan kritikal, sedangkan sektor non esensial dilarang beroperasi. Sektor esensial itu di antaranya keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor.

Sementara itu sektor yang tak esensial wajib memberlakukan 100% pekerja bekerja dari rumah atau "Work From Home" (WFH).

Sementara sektor kritikal diperbolehkan bekerja di kantor dengan 100% pegawai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sektor tersebut terdiri dari energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjang, petrokimia, semen, dan objek vital nasional.

Kemudian, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (seperti listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Sementara itu, supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%.

Restoran, kafe hingga pedagang kaki lima atau lapak jalanan tidak diperkenankan menerima makan di tempat tetapi dibawa pulang. Sedangkan untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

Selain itu, kegiatan di mal ditutup sementara, kegiatan seni budaya dan di fasilitas umum ditiadakan, serta kegiatan di tempat ibadah ditutup sementara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini