Kala Anies Bacakan Puisi Gus Mus Gambarkan Situasi saat Pandemi

Komaruddin Bagja, Sindonews · Minggu 04 Juli 2021 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 04 338 2435299 kala-anies-bacakan-puisi-gus-mus-gambarkan-situasi-saat-pandemi-E32FITcaqP.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : MNC Portal Indonesia/Refi Sandi)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan, semenjak pandemi virus corona (Covid-19) seluruh sendi kehidupan berubah.

"Di sisi lain, ini merupakan pengingat kepada kita betapa lemahnya kita sebagai makhluk ketika dihadapkan dengan makhluk lain yang supermikro, tetapi memiliki efek luar biasa pada kegiatan keseharian umat manusia di seluruh dunia bagaimana dalam satu setengah tahun kehidupan berbuah secara drastis, kegiatan manusia yang mencapai intgrasi mendadak mengalami disintegrasi aktivitas," kata Anies dalam acara webinar DPW PKS DKI JAKARTA bertajuk Zikir, Doa dan Muhasabah untuk Jakarta Sehat, Minggu (4/7/2021).

Anies menambahkan, mobilitas penduduk antarbenua, antar negara, antarwilayah mendadak berubah menjadi imobilitas.

"Ini terjadi di semua tempat. Begitu juga dengan kita di Jakarta karena itulah kita semua seakan diingatkan bahwa kita adalah makhluk kecil, lemah. Ketika berhadapan dengan virus ini saja kita mengalami interupsi yang luar biasa," tuturnya.

Mantan Mendikbud itu juga membacakan puisi karya KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa dengan Gus Mus.

"Saya jadi teringat oleh sebuah puisi dari KH Mustofa Bisri Gus Mus kalau boleh saya baca sedikit, sebagian dari puisinya. Sepakat atau tidak pandemi telah merubah keadaan. Mekah jadi sepi, Madinah sunyi, Ka'bah yang mulia dipagari, banyak masjid yang ditutup untuk salat Jumat dan untuk salat fardu, umrah ditiadakan, haji untuk kalangan terbatas dan jumlah yang juga dibatasi, jabatan tangan setelah salat diganti dengan isyarat atau tangan yang mengepal. Ketika corona datang dia membawa pesan tidak tertulis seolah ritual itu rapuh di tengah masyarakat, orang berlari mencari perlindungan, meminta pertolongan kepada yang Maha Kuasa dialah Allah SWT. Orang mencari yang Maha Penolong itu bukan di Masjid, bukan di Ka'bah, mimbar khutbah Jumat atau di panggilan azan. Tetapi dalam keterisolasian kita, dalam nisan yang terbungkam, dalam hakekat, yang tersembunyi di balik semua ini," urai Anies membacakan puisi karya Gus Mus.

Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 Massal di GBK Terbuka untuk Warga Ber-KTP atau Berdomisili Jakarta

Dalam kesempatan itu, Anies bersama dengan alim ulama ikut mendoakan yang terbaik bagi Jakarta dan Indonesia.

Tak lupa, mereka mengharap kepada illahi agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

"Sekurang-kurangnya 17 kali sehari minimal mengatakan Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan. Hari ini pagi ini kita mohonkan pertolongan itu pagi ini kita berkumpul meminta selamatkan umat selamatkan orang di Jakarta di Indonesia, angkatlah bencana ini angkatlah wabah ini dikembalikan dalam kehidupan keseharian di mana interaksi antar keluarga, masyarakat dan tetangga bisa berjalan dengan baik. Insyaallah ikhtiar ini akan dimudahkan untuk ketemu kepada solusi dan mohon dukungannya," tuturnya.

Baca Juga : Sambil Berkaca-kaca, Anies Bacakan Jumlah Warga DKI yang Wafat Karena Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini