Tinjau Macet di Kalimalang, Pangdam Jaya: Banyak Perusahaan Tak Taati Aturan WFH

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Senin 05 Juli 2021 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 338 2435590 tinjau-macet-di-kalimalang-pangdam-jaya-banyak-perusahaan-tak-taati-aturan-wfh-YqypYlnNAz.jpg Pangdam Jaya, Mayjen TNI Mulyo Aji. (Foto: Okto Rizki)

JAKARTA - Kemacetan panjang terjadi di Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin (5/7/2021). Kemacetan dipicu penyekatan PPKM Darurat oleh petugas gabungan di semua titik perbatasan menuju Jakarta.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji yang meninjau langsung penyekatan mengatakan, kemacetan terjadi hampir di semua titik masuk menuju Jakarta. Kemacetan ini terjadi karena masih banyak masyarakat yang terpaksa berangkat kerja di tengah penerapan PPKM Darurat.

Baca juga: Begini Kondisi Halte Transjakarta Hari Pertama Kerja di Masa PPKM Darurat

"Perusahaan di Jakarta masih mewajibkan mereka bekerja. Sehingga mau tidak mau melaksanakan perintah perusahaannya. Artinya banyak perusahaan di Jakarta yang tidak mematuhi anjuran dari pemerintah untuk work from home (WFH),” katanya saat meninjau penyekatan PPKM darurat di Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (5/7/2021).

Menurutnya, penyekatan ini dilakukan untuk menegakkan aturan yang berlaku dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 di Jakarta yang kian meninggi.

"Jadi kita di lapangan ini menegakkan aturan sesuai perintah. Kita di sini bukan berdebat tapi menyeleksi. Mereka (warga) memaksa masuk karena perintah kantor, nah ini yang jadi masalah," ujarnya.

Baca juga: PPKM Darurat, Penumpang KRL Dibatasi 52 Orang Per Kereta

Menindaklanjuti hal tersebut, lanjut dia, pihaknya akan segera mengevaluasi dan memberikan sanksi tegas kepada perkantoran yang tidak menaati aturan WFH. 

"Nanti kita akan evaluasi dulu. Yang jelas pemerintah daerah sudah menyampaikan hari ini bagi semua yang akan masuk Jakarta, harus disiapkan surat izin keluar masuk," tegasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini