STRP Eror, Anies: Perusahaan yang Mendaftarkan, Bukan Pribadi

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Senin 05 Juli 2021 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 338 2435945 strp-eror-anies-perusahaan-yang-mendaftarkan-bukan-pribadi-yAgugTDeaQ.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : Okezone)

JAKARTA - Sistem Surat Tanda Registrasi Pekerjaan (STRP) sempat eror pada hari ini, Senin (5/7/2021). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan agar perusahaan bidang esensial dan kritikal yang mendaftarkan para pegawai, bukan pegawainya.

"Dari sana dikeluarkan surat. Proses 5 jam sejak proses selesai. Bukan pribadi yang daftar, tapi perusahaan," ucap Anies saat Konferensi Pers virtual PPKM Darurat Jawa-Bali di kanal YouTube Kemenko Maritim dan Investasi, Senin (5/7/2021).

Anies menyebut, sistem registrasi pekerja sektor esensial dan sektor kritikal untuk dapat STRP eror sampai sore.

"Hari ini sistem baru uji coba dan hang/lumpuh sampai sore. Karena yang masuk 17 juta pendaftar. Padahal kapasitas hanya 1 juta pada saat bersamaan," tuturnya.

Anies menambahkan, banyak pegawai bidang nonesensial mendaftar STRP. Itu termasuk ASN, yang seharusnya cukup dengan menggunakan tanda kepegawaian.

"Ini tidak perlu. ASN juga tidak perlu registrasi cukup tanda kepegawaian," ungkapnya.

Lebih lanjut Anies menegaskan, untuk pegawai nonesensial yang dipaksa masuk oleh perusahaan diminta melapor supaya segera ditindaklanjuti.

Baca Juga : Jika Pasien Covid-19 Meninggal, Anies: Hubungi Tim Pemulasaran Nanti Kita Datang

"Pegawai nonesensial yang harus masuk oleh kantornya, lapor via aplikasi Jaki. Nanti perusahaannya akan ditindak," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini