Share

STRP Sempat Eror, Anies : Pendaftar 17 Juta Padahal Kapasitas 1 Juta

Tim Okezone, Okezone · Senin 05 Juli 2021 22:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 338 2435995 strp-sempat-eror-anies-pendaftar-17-juta-padahal-kapasitas-1-juta-kFZ1cU3JCk.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Antara)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan perusahaan bidang esensial dan kritikal mendaftarkan para pegawai melalui Sistem Surat Tanda Registrasi Pekerjaan (STRP), bukan pegawainya. Hal itu dilakukan lantaran sistem sempat eror lantaran banyaknya yang mendaftar secara individual, yakni sebanyak 17 juta orang.

Anies menyebut, sistem registrasi pekerja sektor esensial dan sektor kritikal untuk dapat STRP eror sampai sore.

"Hari ini sistem baru uji coba dan hang/lumpuh sampai sore. Karena yang masuk 17 juta pendaftar. Padahal kapasitas hanya 1 juta pada saat bersamaan," ujar Anies saat Konferensi Pers virtual PPKM Darurat Jawa-Bali di kanal YouTube Kemenko Maritim dan Investasi, Senin (5/7/2021).

Anies menambahkan, banyak pegawai bidang nonesensial mendaftar STRP. Termasuk ASN, yang seharusnya cukup dengan menggunakan tanda kepegawaian. "Ini tidak perlu. ASN juga tidak perlu registrasi cukup tanda kepegawaian," ungkapnya.

Baca Juga : 120 Mahasiswa Jadi Relawan Covid-19

Kata Anies, untuk pegawai nonesensial yang dipaksa masuk oleh perusahaan diminta melapor supaya segera ditindaklanjuti. "Pegawai nonesensial yang harus masuk oleh kantornya, lapor via aplikasi Jaki. Nanti perusahaannya akan ditindak," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini