Pengakuan Mengejutkan Suganda, Lurah yang Gelar Hajatan dan Berjoget saat PPKM Darurat

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 06 Juli 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 338 2436241 pengakuan-mengejutkan-suganda-lurah-di-depok-yang-gelar-hajatan-dan-berjoget-saat-ppkm-darurat-762VICOXjk.jpg Foto:Ist

DEPOK - Lurah Pancoran Mas, Kota Depok, Suganda menjadi sorotan karena menggelar hajatan di tengah aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Bahkan, video Suganda yang asyik berjoget pun menjadi viral di media sosial.

(Baca juga: PPKM Darurat, Lurah di Depok Nekat Gelar Hajatan hingga Joget Bersama)

Mendapat reaksi keras di masyarakat, Suganda pun angkat bicara perihal resepsi pernikahan yang menghebohkan tersebut. Pasalnya, kasus harian Covid-19 di Kota Depok semakin melonjak.

Suganda menuturkan, acara tersebut sudah sesuai protokol kesehatan dengan membatasi tamu yang hadir. Terkait joget yang menghebohkan media sosial, bahwa itu adalah bagian dari tradisi keluarga besannya yang ingin berpamitan pulang. Tradisi joget di video tersebut berasal dari Nias yakni tradisi Maena. Saat itu, sekitar pukul 14.30 WIB keluarga besan berpamitan hendak pulang.

(Baca juga: Ini Alasan para Terapis Seksi Berikan Layanan Pijat dan Spa saat PPKM Darurat)

“Dia (keluarga besan) mau pamitan pulang, mengucapkan terima kasih dan kegembiraannya kepada kedua mempelai, itu ada yang namanya tradisi Maena," ujar Suganda dalam keterangan video, yang dikutip Selasa (6/7/2021).

Menurutnya, Tarian itu hanya berlangsung sekitat 7 menit. Tarian itu sebagai simbol ucapan salam hendak pulang. “Kayak sayonara, kami mau pulang, mau pamitan, tidak bisa salaman satu per satu. Itu tradisi di sana," tandasnya.

Hajatan yang digelar Lurah Pancoran Mas di tengah pandemi viral di media sosial hingga dibubarkan oleh Satpol PP Depok. Satgas Covid-19 setempat juga memeriksa lurah dan pelaksana hajatan terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Polres Metro Depok juga menyelidiki acara pernikahan yang diselenggarakan Lurah Pancoran Mas, Suganda pada hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini