Langgar PPKM Darurat, Remaja di Ciputat Bentak-Bentak Petugas Ngaku Keponakan Jenderal

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 06 Juli 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 338 2436382 langgar-ppkm-darurat-remaja-di-ciputat-bentak-bentak-petugas-ngaku-keponakan-jenderal-sSXq9Tq5D4.jpg Remaja mengaku keponakan jenderal saat terjaring razia PPKM Darurat (Foto: Tangkapan layar media sosial)

TANGERANG SELATAN - Seorang remaja mengamuk saat motor yang dikendarainya dihentikan petugas Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) lantaran melanggar PPKM Darurat. Pemuda itu naik motor berboncengan, dan masih kakak-adik.

Tak terima diberhentikan petugas, remaja tersebut malah mengaku keponakan jenderal bintang dua. Menurut Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol Kota PP Tangsel, Sapta Mulyana, saat itu dirinya yang menghentikan remaja itu.

"Jadi itu anak, kemarin di jalan saat kita lakukan patroli dan penertiban PPKM Darurat, melintas tanpa menggunakan masker boncengan. Kakak beradik," kata Sapta, Selasa (6/7/2021).

Baca Juga: Ditegur soal Masker, Penumpang Mengamuk Marahi Petugas Transjakarta

Melihat pelanggaran di depan mata, Sapta dengan sigap langsung meminta pengendara itu untuk menepi. Tetapi, remaja itu malah tetap saja jalan.

"Jadi ketika kita cegat, dia berusaha melepaskan diri, enggak mau dihentikan. Kita paksakan, kita belokan dan kita tanya. Belum sempat kita mengucap, dia udah bentak-bentak duluan," jelasnya.

Tanpa merasa bersalah, remaja itu turun dari motor langsung membentak-bentak Sapta, dan petugas lainnya yang lebih tua sepantaran dengan orangtuanya itu.

"Ya, awalnya dia merasa, kenapa saya harus disetop, kenapa harus berhenti, kenapa bapak bicaranya keras. Saya sampaikan, bahwa kami harus menindak tegas pelanggar PPKM," sambungnya.

Baca Juga:  PPKM Darurat, Pelanggar Aturan Langsung Disidang di Tempat

Tidak terima dituduh melanggar, pria berbadan kurus itu malah menantang petugas Satpol PP dan TNI yang membantu kegiatan operasi PPKM itu.

"Dia saat saya tegur malah menantang, nanti saya bilang om saya, om saya bintang dua, om saya jenderal. Kami juga berusaha ingin tahu, siapa namanya, saya berikan pengertian juga," jelasnya.

Sapta pun mengaku berusaha tidak terpancing emosi menghadapi remaja labil tersebut. Dia menjelaskan, bahwa dirinya hanya petugas yang tengah menjalankan aturan PPKM Darurat.

"Ketika itu, saya lebih tegaskan lagi. Anda harus tahu saudaramu, saudaramu seorang perwira, apalagi bintang dua, akan malu melihat permasalahan ini. Terutama kamu yang salah," ungkapnya.

Mendengar penjelasan Sapta, remaja itu tidak meneruskan sikapnya dan diam. Apalagi, penerapan aturan PPKM Darurat ini, perintah langsung dari Presiden.

"Akhirnya kakaknya ikut bicara, dia minta maaf adiknya salah bicara dan berjanji akan mengikuti aturan yang berlaku yang diperintahkan oleh seluruh petugas. Saat itu, kita setrap secara fisik," sambungnya.

Karena tindakannya, remaja itu hanya dikenai sanksi fisik berupa pushup sebanyak 50 kali. Setelah itu, keduanya pun dilepas bebaskan oleh petugas.

"Dia gak bawa identitas. Udah salah, gak bawa identitas, pake bawa-bawa backing pula. Saya suruh pushup 50 kali dan dia melakukan. Dia minta maaf dan berjalan mengakui kesalahannya," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini