3 Hari PPKM Darurat, Ribuan Kendaraan Diputar Balik di Pos Penyekatan Jaktim

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Rabu 07 Juli 2021 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 338 2437058 3-hari-ppkm-darurat-ribuan-kendaraan-diputar-balik-di-pos-penyekatan-jaktim-9DSHLt4iWb.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Petugas gabungan yang menjaga pos penyekatan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jakarta Timur banyak memutar balikkan pengendara bermotor. Hingga Selasa 6 Juli 2021 tercatat sudah ada 9.605 kendaraan.

"Penyekatan dilakukan tim gabungan di tiga lokasi perbatasan, berlaku bagi semua jenis kendaraan. Sampai saat ini sudah 9.605 kendaraan diputar balikkan," kata Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Riky Erwinda saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021).

Baca Juga: Pos Penyekatan PPKM Darurat Ditambah Jadi 651 Titik

Tiga lokasi pos penyekatan itu berada di Jalan Raya Bogor depan PT Panasonic perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Depok, Jalan Raya Kalimalang, kawasan Lampiri perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Bekasi.

Selanjutnya kolong Tol JORR Cacing perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Bekasi, ketiga lokasi pos penyekatan dijaga petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Damkar.

"Kendaraan yang diputarbalikkan terdiri dari roda dua sebanyak 5.835. Kemudian kendaraan roda tiga 18 unit, roda empat ada 3.602, dan kendaraan lebih dari roda empat (truk) ada 150," ujarnya.

Baca Juga:  Cegat Pemotor di Penyekatan Daan Mogot, Anies: Telepon Bos Kamu!

Dia menjelaskan, selama PPKM Darurat berlangsung hingga 20 Juli 2021 mendatang hanya pekerja sektor esensial dan kritikal yang dibolehkan melintas keluar atau masuk Jakarta.

Adapun bagi pekerja sektor lainnya dilarang melintas keluar masuk Jakarta untuk menekan angka kasus Covid-19. Para pekerja sektor lainnya diminta untuk bekerja dari rumah sebagaimana ketentuan yang berlaku.

"Kendaraan tidak diperkenankan melintas masuk wilayah Jakarta jika tak memiliki alasan yang tepat dan masuk dalam pengecualian," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini