Mengejutkan! Separuh Warga DKI Pernah Positif Corona, 90% Tidak Terdata

Hasan Kurniawan, Okezone · Sabtu 10 Juli 2021 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 10 338 2438760 mengejutkan-separuh-warga-dki-pernah-positif-corona-90-tidak-terdata-1G9kwsXaed.jpg Penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Angka penyebaran Covid-19 terus meningkat. Di DKI Jakarta, tercatat sudah 100.000 lebih warga yang terinfeksi.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Widyastuti mengatakan, berdasarkan data yang ada pada pihaknya hingga hari ini, kasus harian Covid-19 yang ada di wilayah DKI Jakarta telah mencapai sekira 100 ribu lebih. 

"Situasi Covid-19 terkini, terlaporkan kasus aktif harian mencapai 100 ribu lebih. Kasus ini yang terlaporkan dan harus dirawat di tempat isolasi dan rumah sakit," ujarnya di Jakarta, Sabtu (10/7/2021). 

Dijelaskan Widya, angka yang ada cukup tinggi. Ditambah lagi, saat ini Jakarta tengah memberlakukan PPKM Darurat, untuk membatasi pergerakan orang di DKI Jakarta. 

Baca juga: Jual Tabung Oksigen di Atas Harga Normal, 3 Orang Diciduk

"Angka positif rate kita 42% dan hari ini sudah 44%. Ya, kita juga sudah mendapatkan data warga DKI yang sudah tervaksin sebanyak 5 juta lebih untuk dosis pertama, dan 1 juta lebih untuk dosis yang kedua," sambungnya. 

Yang mengerikan, data tersebut hanya yang nampak saja. Sebab, hampir 90% data penderita Covid-19 yang ada di Jakarta, tidak tercatat.

Hal ini diungkapkan oleh peneliti serologi Covid-19 di DKI Jakarta, dr Pandu Riono. Dalam penelitiannya, Pandu mengatakan, bahwa survei yang dilakukannya hanya untuk mengukur warga Jakarta yang terinfeksi. 

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Keliling di Pasar Minggu, Anies: Ada 16 Mobil Akan ke Kampung-Kampung

Penelitian mengambil 5.000 sampel warga dari seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk yang ada di wilayah Kepulauan Seribu. Hasil dari penelitiannya memang mengejutkan, separuh warga DKI atau 44,5 persen pernah terinfeksi. Jumlah penduduk Jakarta 10,6 juta, artinya ada 4.717.000 yang sudah pernah terinfeksi.

"Survei ini hanya mengukur berapa besar penduduk di wilayah DKI Jakarta yang sudah terinfeksi, jadi yang ditanya pernah diagnosis, pernah dirawat, apakah pernah mengalami demam dan lainnya," katanya.

Dalam penelitiannya juga, dia menemukan adanya gap yang besar antara warga yang terdata pernah terinfeksi dengan yang tidak melaporkan diri pernah terpapar Covid-19.

"Ya, jadi kita ingin mengukur gap, apa yang terjadi di pelayanan dan sesungguhnya. Karena sistem tidak mungkin mendeteksi orang yang terinfeksi, apalagi sebagian besar tidak bergejala dan tidak melapor," jelasnya.

Dari penelitiannya itu, terungkap bahwa ada gap sekira 90% warga yang tidak terdata, karena tidak melapor kepada petugas layanan kesehatan masyarakat maupun RS.

"Gapnya 90% di DKI Jakarta tidak terdeteksi oleh sistem. Artinya orang yang terdeteksi jauh lebih banyak dari yang ada saat ini. Jadi masih banyak warga yang tidak sadar, bahwa dirinya terinfeksi Covid-19," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini