Share

Besok Berlakukan Syarat Dokumen Perjalanan, Pengguna KRL Diprediksi Menurun

Carlos Roy Fajarta, · Minggu 11 Juli 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 338 2438885 besok-berlakukan-syarat-dokumen-perjalanan-pengguna-krl-diprediksi-menurun-2oVsI1Tavf.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA – Pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) diprediksi akan terus berkurang menjelang dan pasca pemberlakukan syarat dokumen perjalanan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) pada Senin (12/10/2021).

"Penerapan dokumen perjalanan di masa PPKM Darurat sebagai syarat menggunakan jasa KRL dimaksudkan untuk menekan angka mobilitas masyarakat sesuai SE Menteri Perhubungan No. 50 Tahun 2021," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, Minggu (11/7/2021).

BACA JUGA: Menag Yaqut: Melalui Doa Kita Tumbuhkan Optimisme dan Harapan Menghadapi Pandemi 

Pihaknya mengungkap selama 8 hari PPKM Darurat, mobilitas pengguna KRL terus berkurang sekira 26%.

Selama hari kerja pekan ini pengguna KRL menyentuh angka 1.176.719 orang atau 235.344 orang per hari. Sementara pekan sebelum pemberlakuan PPKM Darurat mencapai 1.607.818 orang atau 321.564 orang per hari.

BACA JUGA: Perketat PPKM Darurat, Pemkot Tangsel Usul Penyekatan hingga Tingkat Kelurahan

Selain itu, Sabtu (10/7/2021) kemarin juga mencatatkan penurunan jumlah pengguna dibanding Sabtu (3/7/2021) saat hari pertama penerapan PPKM Darurat. Kemarin volume pengguna KRL tercatat 168.407 orang, sementara Sabtu pekan lalu tercatat ada 200.059 orang atau berkurang sekitar 15%.

Sementara itu hingga pukul 09.00 WIB Minggu pagi ini KAI Commuter mencatat ada 30.075 orang atau berkurang 26% dibanding Minggu (27/6/2021) yang mencapai 40.534 orang saat sebelum penerapan PPKM Darurat.

"Kami terus mengingatkan seluruh masyarakat yang menggunakan KRL adalah mereka yang bekerja di sektor esensial dan kritikal," tambah Anne Purba.

Mulai Senin besok masyarakat yang menggunakan KRL wajib menunjukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat, dan/atau Surat Tugas yang ditandatangani oleh pimpinan instansi (minimal eselon 2 untuk pemerintahan) atau pimpinan perusahaan/kantor yang termasuk sektor esensial dan kritikal.

"Kami mengimbau masyarakat untuk beraktivitas di rumah saja kepada para pengguna yang bekerja di sektor non esensial dan non kritikal. Mari lindungi kesehatan keluarga dan sesama guna menekan penyebaran Covid-19," tandas Anne Purba.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini