Naik KRL Wajib Bawa STRP, Stasiun Kranji Sepi Penumpang

Widya Michella, MNC Media · Senin 12 Juli 2021 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 338 2439212 naik-krl-wajib-bawa-strp-stasiun-kranji-sepi-penumpang-BOkc7YJHmT.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

BEKASI - Mulai hari ini, (12/7/2021) PT. KAI Commuter hanya melayani pekerja di sektor esensial dan kritikal berdasarkan SE Menteri Perhubungan No.50 tahun 2021.

Seluruh pekerja di sektor tersebut pun wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) kepada petugas sebelum memasuki peron kereta.

BACA JUGA: Hari Pertama STRP, Banyak Calon Penumpang Tidak Bisa Naik KRL di Stasiun Bogor 

Jika tidak mempunyai STRP, penumpang dapat menggunakan Surat Keterangan dari Pemerintah Daerah Setempat, atau Surat dari Pimpinan Instansi (Minimal Eselon 2 untuk pemerintahan),pimpinan perusahaan/kantor yang termasuk sektor esensial dan sektor kritikal.

Pemberlakuan ini juga diterapkan di salah satu stasiun KRL, Stasiun Kranji. Terlihat tiga dari pihak kepolisian sedang memeriksa kelengkapan surat penumpang yang hendak menggunakan KRL. Ada juga beberapa orang yang tidak diizinkan masuk lantaran tidak memiliki STRP.

Berdasarkan pantauan MPI pukul 08.30 WIB, peron kereta sepi penumpang. Hanya sekira 20 orang penumpang yang menggunakan kereta ke arah Jakarta Kota.

BACA JUGA: Cuaca DKI Jakarta Diproyeksi Cerah Tanpa Hujan Hari Ini

Salah satu penumpang KRL, Misael Andre (20 tahun), mengatakan STRP sendiri dapat membantu mempercepat jadwal pemberangkatan kereta. Walaupun dalam prosesnya dibutuhkan waktu untuk pemeriksaan sebelum masuk ke area peron stasiun.

"Kalo membantu sedikit ya , jadi jadwal kereta jadi ga terlalu panjang, kerugiannya agak susah juga sih harus dimintai surat keterangan kerja. Semoga pandemi bisa cepet selesai dan biar lancar kembali,"ujar pegawai di sektor esensial bidang transportasi ini.

Hal senada dirasakan Hanna Chyntya (28 tahun), pekerja di sektor esensial ini mengeluhkan penggunaan STRP yang menurutnya ribet dan tidak efisien.

"Aduh ribet, kaya masuk harus dicek-cek surat keterangan dari kantor. Kalau tidak ada mesti mengaupload pembuatan surat STRP di website https://jakevo.jakarta.go.id dan buat surat itunya juga pake surat vaksin. Sedangkan temen aku baru kena, kan bingung dong, mau di vaksin aja butuh tiga bulan lagi. Kalo ga bisa yaudah pulang itu,"jelasnya.

Lain halnya dengan, Gita Dwi Septiani (25 tahun), salah satu pegawai essensial di daerah Sudirman ini turut mendukung pemberlakuan STRP di KAI Commuter ini.

"Malah lebih baik dimana PPKM tetap berjalan, perkantoran pun menjadi lebih disiplin. Kadang ada perusahaan yang gamau rugi, kalau seperti ini jadi ada alasan HRD untuk mematuhi peraturan. Saya pun di jalan merasa lebih enak di kereta jadi lebi sepi dan di transportasi umum jadi lebih terjaga dengan virus-virus ini dan juga jadi tidak terlalu khawatir,"paparnya.

Ia berharap dengan pemberlakuan STRP ini dapat mengurangi resiko penularan covid-19. "Dengan adanya STRP ini orang tidak sembarangan buat berpergian. Kalau ada STRP kan jelas alasannya kerja, darurat,dan kebutuhan. Anak kecil pun tidak bisa naik kereta karena mereka rawan juga penularannya," harapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini