Kronologi Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Meninggal, Kadinkes Sebut Serangan Jantung

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Senin 12 Juli 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 338 2439401 kronologi-bupati-bekasi-eka-supria-atmaja-meninggal-kadinkes-sebut-serangan-jantung-TnXRxzAbHP.jpg Makam Bupati Bekasi Eka Supria Atmadja. (Foto: M Surjaya)

BEKASI – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Kabupaten Tanggerang Kota, Minggu 11 Juli 2021, pukul 21.35 WIB. Sebelum dinyatakan wafat, Bupati Bekasi sempat didiagnosa positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Eny Mainiarti mengatakan, sebelum dinyatakan wafat, kondisi Bupati Bekasi tersebut lumayan membaik.

“Ada beberapa angka yang secara laboratorium itu ada yang tidak membaik. Semua dokter di RS sudah mengupayakan, stabil di sini maksudnya bukan membaik tetapi stabil fungsi paru masih baik,” ujarnya, Senin (12/7/2021).

Baca juga: Jenazah Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Dimakamkan Secara Protokol Covid-19

Namun pada Minggu pagi, dari analisa laboratorium terjadi badai sitokin atau saat tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam waktu sangat cepat.

Kemudian pukul 17.00 WIB, tiba-tiba jantung bupati berhenti secara mendadak. ”Yang saya tahu, karena trikoagulasi tadi, pembekuan darahnya ada, di RJP (Resistensi Jantung Paru) kita balik lagi, semuanya ada lagi, jantung ada lagi,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi Bupati Bekasi sudah kritis dan tepat pada pukul 21.25 WIB terjadilah serangan jantung kedua di RJP, namun gagal.

Baca juga: Bupati Bekasi Meninggal karena Covid-19, Sempat Dirawat Satu Pekan

”Ibu bupati melihat ke dalam dan sudah ikhlas suaminya (Bupati) wafat,” jelasnya. 

Menurut dia, hingga siang hari ini belum ada hasil PCR Bupati Bekasi. Namun, hasil PCR pada Minggu kemarin, CT valuenya sudah tinggi, 34-35.

Namun kondisi itu bukan dalam kondisi yang infectious (menularkan) karena almarhum mempunyai riwayat hipertensi dan jantung.

Eny menembahkan, hasil tracing almarhum kemungkinan terpapar dari tamu keluarga, misalnya sepupu. Sebab, sepekan terakhir beliau sudah bekerja dari rumahnya.

”Hasil tracingnya kemungkinan bapak terpapar karena ada tamu keluarga, dan kemungkinan kondisinya OTG Covid-19, dan setelah itu pak Bupati dinyatakan positif Covid,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini