Jaksa Bayarkan Sanksi Pelanggar PPKM Darurat Rp100 Ribu, Alasannya Bikin Terharu

Hasan Kurniawan, Okezone · Kamis 15 Juli 2021 00:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 338 2440801 jaksa-bayarkan-sanksi-pelanggar-ppkm-darurat-rp100-ribu-alasannya-bikin-terharu-MOdbpJlXMA.jpg Jaksa bayarkan denda pelanggar PPKM Darurat di Tangerang (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Sanksi tindak pidana ringan (tipiring) pelanggar PPKM Darurat mulai diterapkan, di wilayah Tangerang Raya. Meski demikian, ada saja warga yang mengabaikannya.

Seperti dilakukan Erik, warga Kota Tangerang. Dia terjaring razia PPKM Darurat di wilayah Ciledug, karena tidak memakai masker dan malah asyik merokok saat razia tengah dilakukan.

Baca Juga:  Luhut Minta Menaker Terbitkan Aturan soal Definisi Dirumahkan dan WFH

Kasie Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Dapot Dariarma mengatakan, Erik melanggar protokol kesehatan (prokes) PPKM Darurat.

"Jadi dia membuka masker dan merokok di jalanan. Lalu, yang bersangkutan kami bawa untuk ditindak. Jadi langsung kita sidang tipiring," kata Dapot di lokasi, Rabu (14/7/2021).

Dilanjutkan dia, saat ditindak, Erik pun sempat melawan. Dia tampak mengeyel kepada petugas, hingga terjadi debat. Tetapi, petugas tidak mau mengalah.

"Saya bilang, Anda sudah salah, tetapi kok mengeyel. Malah meminta kami menunjukkan aturan. Aturan yang kami laksanakan di sini jelas. Ada perda dan undang-undangnya," sambung Dapot.

Akhirnya, Erik pun disidang di pengadilan darurat di Plaza Baru Ciledug. Atas perbuatannya yang sengaja melanggar, Erik dijatuhi denda tipiring Rp100 ribu atau kurungan penjara selama dua hari.

"Tetapi dia mengaku tak mampu bayar denda. Dia juga mengaku keberatan jika harus dikurung penjara dua hari. Dia takut keluarganya terlantar," ungkapnya.

Baca Juga:  Target Testing Covid-19 Terlaksana, Kemenkes: DKI Jakarta Tertinggi

Akhirnya Dapot yang membayar sanksi sebesar Rp100 ribu. Dapot mengaku tidak tega dengan Erik dan berharap dia tidak mengulanginya perbuatannya, karena berbahaya bagi dia dan keluarga.

"Jadi kenapa saya memberikan Rp100 ribu itu, ya dengan catatan supaya dia tidak mengulangi lagi. Karena Covid-19 ini sangat berbahaya," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini