Bejat, Anak di Tambora Diperkosa Ayah Tirinya Selama 2 Tahun

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 15 Juli 2021 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 338 2441144 bejat-anak-di-tambora-diperkosa-ayah-tirinya-selama-2-tahun-dYfBmPwQef.jpg Seorang anak di Tambora diperkosa ayah tirinya selama 2 tahun. (Foto : Dimas Choirul)

JAKARTA - Seorang bocah berinisial STA (15) menjadi korban pencabulan dan pemerkosaan oleh ayah tirinya berinisial AS (49) di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Akibat kejadian itu, anak tersebut mengalami trauma.

Ayah kandung korban, Rohmansyah (42) menceritakan, sang anak mulanya tinggal bersama mantan istri dan suaminya atau ayah tirinya di daerah Tambora, Jakarta Barat. Kemudian saat anaknya menginjak kelas tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2018, AS mulai melakukan aksi pencabulan kepada anaknya.

"Jadi pertama kali diperkosa sekitar 13 tahun, kelas 1 (VII) SMP," ujar Rohman kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).

Selanjutnya, sang anak diminta AS untuk tutup mulut dan mengancam bila memberitahu perbuatannya itu kepada siapapun. Aksi pencabulan itu, lanjut Rohman, berlangsung lama hingga anaknya mengalami trauma.

"Dia (sang anak) takut karena waktu pertama itu diancam sama ayah tirinya kalau sampai dia ngomong nanti ibunya sakit. Ancamannya seperti itu kata anak saya," ucapnya.

Rohman mengatakan, ia mengetahui aksi pencabulan AS kepada anaknya setelah sang anak bercerita kepada istrinya atau ibu tirinya. Mendengar cerita itu, ia mengaku emosi dan langsung melaporkan kejadian itu ke kantor Unit reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

"Saya udah ga bisa mikir, emosilah. Terus istri saya bilang jangan ambil tindakan sendiri dulu, kita lapor polisi," ujarnya.

Akibat kejadian itu, sang anak mengalami depresi dan untuk sementara tinggal bersama Rohman dan istrinya di daerah Ciledug, Tangerang.

"Sekarang udah sekolah online di SMK. Masih (kurang fokus belajar) sih kadang, tapi kalau dia bengong sendiri di kamar gitu nangis kadang," tuturnya.

Baca Juga : Gadis Ini Diculik, Lalu Dilecehkan 8 Orang

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satresrim Polres Metro Jakarta Barat Iptu Reliana Sitompul saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Rohmansyah pada Kamis (15/7/2021). Saat ini, pihaknya tengah memproses laporan itu lebih lanjut.

"Kita akan melakukan penyelidikan dulu. Kita akan panggil saksi-saksinya dulu, periksa saksi-saksi setelah itu peristiwa kita gelarkan," katanya.

Reliana menjelaskan, saat ini korban tengah dibawa ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TPA) di Pulo Gadung, Jakarta Timur untuk dilakukan pemulihan psikis.

"Segera akan kita lakukan penangkapan terhadap pelaku," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini