Kasus Penimbunan Obat Covid-19 di Kalideres, Polisi Periksa Ahli Pidana

Dimas Choirul, MNC Media · Jum'at 16 Juli 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 338 2441661 kasus-penimbunan-obat-covid-19-di-kalideres-polisi-periksa-ahli-pidana-Fx87F16brr.jpg Polisi gerebek gudang penimbunan obat Covid-19 di Kalideres, Jakbar. (Foto : Miftahul Ghani)

JAKARTA - Satuan Reserse Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat terus menyelidiki kasus dugaan penimbunan obat di Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Teranyar, polisi memeriksa saksi dari ahli pidana.

Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat, AKP Fahmi Fiandri mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa delapan orang, yang terdiri enam saksi dan dua saksi ahli.

"Rinciannya enam saksi, satu ahli Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan satu ahli pidana sedang berlangsung pemeriksaannya," kata Fahmi saat dihubungi, Jumat (16/7/2021).

Fahmi mengungkapkan, pihaknya bakal menangani kasus ini terutama untuk kelengkapan berkas perkara agar bisa segera disidangkan dan barang bukti bisa segera didistribusikan kepada pasien Covid-19.

"Karena kan barang buktinya nanti bisa langsung dilakukan penyitaan oleh negara biar bisa didistribusikan ke masyarakat," tuturnya.

Baca Juga : Obat Covid-19 yang Gudangnya Digerebek Polisi Dijual dengan Harga Dua Kali Lipat dari HET

Sebagaimana diketahui,Polres Metro Jakarta Barat menggerebek gudang obat-obatan terkait Covid-19 di Ruko Peta Barat Indah III Blok C No 8, Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (12/7).

Kapolres Metro Jakarta Barat Ady Wibowo mengatakan, dalam gudang tersebut terdapat ratusan boks obat Azithromycin 500mg yang sangat dibutuhkan oleh pasien positif Covid-19.

"Salah satu apoteker yang menjelaskan bahwa jenis obat Azithromycin 500mg, ada percakapan dari pemilik PT ya, dari pemilik PT itu untuk tidak dijual dulu artinya ada indikasi untuk ditimbun," kata Ady Wibowo, Senin.

Tak tidak selesai disitu, Ady menyebut ada upaya dari PT ASA untuk membohongi pihak BPOM saat hendak dimintai keterangan.

"Adanya surat dari BPOM tanggal 7 Juli 2021 yang untuk melaksanakan zoom meeting untuk menanyakan apakah ada stok jenis obat Azithromycin 500mg. Tapi disampaikan oleh yang bersangkutan bahwa stok itu belum ada," tutur Ady.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini