Pasokan Oksigen Kritis, Bima Arya Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 16 Juli 2021 22:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 338 2441944 bima-arya-sebut-pasokan-oksigen-di-bogor-semakin-menipis-a6TrZaDooa.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto : Okezone/Putra Ramadhani Astyawan)

BOGOR - Ketersediaan oksigen rumah sakit dan pasokan dari stasiun pengisian di Kota Bogor, Jawa Barat, semakin menipis. Wali Kota Bogor Bima Arya meminta pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat mengatasi kelangkaan oksigen ini.

Hal tersebut diungkapkan Bima saat meninjau tiga titik stasiun pengisian (filling station) oksigen di wilayah Kabupaten Bogor, Jumat (16/7/2021).

Ketiga titik stasiun pengisian yang dikunjungi PT Sandara Baswana Gas di Citeureup, PT Rezki Gasindo Jaya, Gunung Putri dan PT Aneka Gas Industri (Samator) Cileungsi, Kabupaten Bogor.

"Tiga titik yang memasok oksigen ke semua RS di Kota Bogor. Kondisinya masih kritis, masih darurat. Semua mengeluhkan pasokan di pabrikan yang tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan sehingga jalur distribusi ke RS terhenti. Jadi masuk sedikit-sedikit dan dipaksa dibagi ke rumah sakit yang betul-betul membutuhkan," kata Bima, dalam keterangannya.

Bima juga menyebut, kondisi ini membuat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah RS di Kota Bogor tidak bisa melayani pasien karena kehabisan oksigen.

"Oksigennya sudah habis, filling station ini juga tergantung pasokannya dari pabrikan. Yang di sana (pabrikan) juga kapasitas produksinya terbatas. Jadi, situasinya memang sangat darurat. Semuanya menyiasati dengan cara membagikan dulu bagi RS yang sangat membutuhkan," ungkap Bima.

Untuk itu, Bima mendesak pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat mengatasi kelangkaan oksigen. Karena sangat berdampak kepada pasien covid-19.

"Karena dampaknya banyak. Berdampak pada angka kematian warga isoman yang melonjak, berdampak juga pada keterisian tempat tidur. Tempat tidur di RS tidak bisa digunakan karena oksigennya juga tidak ada. Jadi semua harus bergerak cepat," tegasnya.

Kota Bogor sendiri, lanjut Bima, sudah membeli 150 tabung oksigen yang akan diprioritaskan untuk kebutuhan RS. Selain itu, disiapkan skema agar pasokan oksigen dapat terpenuhi dari beberapa sumber lainnya seperti bantuan Krakatau Steel sebanyak 200 tabung perhari melalui Gerakan Anak Negeri dan Relawan Siaga, bantuan Posko Oksigen Provinsi Jawa Barat dan CSR swasta.

"Tapi, itu semua masih sangat terbatas. Belum mengatasi persoalan di hulunya. Jadi, saya mendesak kepada pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat lagi. Kita berpacu dengan waktu, untuk selamatkan sebanyak mungkin nyawa manusia," tuturnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini