Ini Tata Cara Penyelenggaraan Idul Adha hingga Pemotongan Hewan Kurban di Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 18 Juli 2021 19:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 338 2442529 ini-tata-cara-penyelenggaraan-idul-adha-hingga-pemotongan-hewan-kurban-di-bogor-TKcfasaxw9.jpg Hewan kurban (Foto: Okezone)

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400 tentang protokol kesehatan penyelenggaran Hari Raya Idul Adha. Termasuk di dalamnya terkait takbiran, sholat, penjualan dan pemotongan hewan kurban masa PPKM Darurat.

Dalam surat edaran ini tertuang imbauan pelaksanaan Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, agar aman dan tertib sesuai tuntunan agama Ialam serta mempertimbang peningkatan penularan infeksi Covid-19 di Kota Bogor.

"Surat edaran ini diperkuat dengan adanya Perwali Nomor 7/2021 tentang pembatasan aktivitas masyarakat berbasis mikro dalam rangka pengendalian pandemi Covid-19 di Kota Bogor, Perwali Nomor 81/2021 tentang pembatasan aktivitas masyarakat dan pengenaan sanksi pelanggaran tertib kesehatan dalam penanggulangan Covid-19 di Kota Bogor dan Perwali Nomor 82/2021 tentang pengendalian pandemi Covid-19 melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat di Kota Bogor," kata Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor Asep Kartiwa, dalam keterangannya, Minggu (18/7/2021).

Baca Juga: MUI: Sholat Idul Adha Bisa Dilaksanakan, Ini Syarat dan Tata Caranya

Asep mengatakan, tahun ini penyelenggaraan malam takbiran di masjid atau mushola, takbir keliling atau menggunakan kendaraan ditiadakan. Namun, tetap dapat dilaksanakan di rumah masing-masing. Lalu, untuk pelaksanaan sholat hari raya Idul Adha di masjid atau mushola yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan atau tempat umum lainnya juga ditiadakan di seluruh wilayah Kota Bogor.

"Terkhusus hewan kurban yang dijual harus memenuhi syarat sebut saja, penjual hewan harus menyediakan hewan yang memenuhi syarat secara syariah, penjual hewan disarankan tidak memasukan hewan dari daerah yang sedang tertular penyakit hewan menular zoonosis, meningkatkan kebersihan kandang serta lingkungan dan memiliki tempat pengolahan limbah dan melakukan karantina di kandang khusus bagi ternak yang baru didatangkan dari luar Kota Bogor kurang dua minggu," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mengatur hewan kurban yang akan disembelih yakni disarankan di Rumah Potong Hewan (PKH) dan penyembelihan bergantian pada hari Idul Adha ditambah tiga hari tasyrik.

Baca Juga:  Ada Potensi Ledakan Kasus saat Idul Adha, Satgas Covid-19: Silaturahminya Virtual Saja

Tempat penyembelihan hewan kurban beserta rumah ibadah melakukan desinfeksi sebelum dan sesudah pelaksanaan hewan kurban. Tak lupa, pada tempat penyembelihan hewan kurban menerapkan personal hygiene dan physical distancing, menyediakan thermo gun, sarana cuci tangan pada sabun dengan air mengalir, hand sanitizer, tempat untuk membuang limbah dan tidak membuang limbah ke aliran sungai.

"Petugas pemotongan hewan kurban juga harus dalam kondisi sehat, dibuktikan dengan melampirkan hasil negatif tes rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurung waktu maksimal 3x24 jam, jumlah petugas di lokasi pemotongan dibatasi sesuai dengan luasan area penyembelihan hewan kurban dan diwajibkan menggunakan baju lengan panjang, membawa baju pengganti, double masker, face shield dan sarung tangan, serta panitia menyediakan deterjen untuk merendam baju yang sudah dipakai setelah selesai proses penyembelihan," jelasnya.

Ia menambahkan, warga yang berkurban disarankan tidak menghadiri pemotongan. Sebaliknya panitia memberikan layanan menyaksikan perkurbanan secara daring, haknya diantarkan langsung petugas namun jika tetap hadir maka diberi tanda batas tempat berdiri dan menggunakan double masker.

"Jadi selain petugas pemotong hewan kurban dan pekurban tidak diperbolehkan ikut menyaksikan proses penyembelihan, memasang spanduk larangan bagi yang tidak berkepentingan hadir di lokasi pemotongan dan ada petugas yang menanganinya dan kalau bisa saat penyembelihan sampai dengan distribusi daging diusahakan berlangsung paling lama delapan jam. Semakin singkat proses kurban, maka semakin kecil risiko penularan Covid-19," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini