Langgar Prokes, Satgas Covid-19 Bubarkan Hajatan di Muara Gembong

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Senin 19 Juli 2021 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 338 2442686 langgar-prokes-satgas-covid-19-bubarkan-hajatan-di-muara-gembong-Lhp6rucuME.jpg Resepsi pernikahan di Muara Gembong, Bekasi, dibubarkan petugas (Foto: Istimewa)

BEKASI Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi membubarkan resepsi pernikahan yang digelar warga di Kampung Kedung Bokor, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Minggu 18 Juli 2021. Hajatan itu dibubarkan lantaran melanggar aturan dari PPKM Darurat.

Akibat adanya resepsi pernikahan itu membuat warga berkerumun dan banyak warga tak mengindahkan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker dan lainnya. Alhasil, petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan pemerintah setempat yang mendapatkan informasi langsung membubarkan kegiatan tersebut.

Kapolsek Muara Gembong Iptu Taufik Hidayat mengatakan, petugas gabungan bersama Satgas Covid-19 Kecamatan Muara Gembong mendapatkan informasi masyarakat terkait adanya warga yang menggelar resepsi pernikahan. Saat datangi ke lokasi, ternyata benar tengah berlangsung kegiatan hajatan tersebut.

Baca juga: Relawan Satgas Covid-19 Ajak Masyarakat Adaptasi Cara Ibadah Iduladha di Tengah PPKM Darurat

Acara hajatan itu dihadiri lebih dari 30 orang tamu undangan tanpa adanya protokol kesehatan yang diterapkan.

”Kami langsung meminta acara resepsi pernikahan dihentikan karena sesuai aturan PPKM Darurat tidak diperbolehkan ada acara hajatan atau resepsi,” kata Taufik, Senin (19/7/2021).

Menurut dia, warga tersebut telah diberikan peringatan melalui Bhabinkamtibmas setempat untuk tidak menggelar acara resepsi pernikahan tersebut. Akan tetapi tetap melaksanakan hajatan pernikahan.

Baca juga: Ada Potensi Ledakan Kasus saat Idul Adha, Satgas Covid-19: Silaturahminya Virtual Saja

”Kalau sekedar akad dan dihadiri tidak lebih dari 30 orang, silahkan tapi ini ada acara resepsi, dan mengundang kerumunan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembubaran acara hajatan dilakukan sebagai upaya menjalankan ketentuan PPKM Darurat. Dia meminta masyarakat memahami akan aturan tersebut. Sebab, situasi pandemi corona sedang mengalami peningkatan drastis. Untuk itu, masyarakat harus paham untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Adapun warga yang masih nekat menggelar hajatan itu, langsung dibubarkan dan pembongkaran tenda pesta pernikahannya. Keluarga penyelenggara hajatan juga diminta membuat pernyataan permintaan maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

”Kita minta jangan diulangi, dan tidak ada sanksi apapun, selain pernyataan,” pungkasnya.

Baca juga: Satgas Covid-19: Sebanyak 26% Kelurahan dan Desa di Indonesia Malas Pakai Masker

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini