Polisi Tangkap Pelaku Hoaks Pesan Berantai soal Bansos PPKM Darurat

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 19 Juli 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 338 2442979 polisi-tangkap-pelaku-hoaks-pesan-berantai-soal-bansos-ppkm-darurat-GoBpY0ZWGq.jpg Polisi tangkap pelaku hoaks pesan berantai soal Bansos PPKM Darurat (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, polisi menangkap pelaku berinisial RR yang menjadi penyebar hoaks berantai berisi formulir pendaftaran bantuan sosial (bansos) PPKM Darurat dengan mencatut nama Kementerian Sosial (Kemensos).

"Berawal dari Kemensos melaporkan ke Polda Metro adanya akun yang beredar di media sosial. Berupa pesan berantai yang berisi formulir pendaftaran untuk bantuan sosial PPKM sejumlah Rp300 ribu," ujarnya pada wartawan, Senin (19/7/2021).

Baca Juga:  Postingan IG Official soal Sholat Idul Adha Diedit Orang Tak Bertanggung Jawab, Begini Penjelasan Okezone.com

Polisi lantas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku. Dalam menjalankan aksinya, pelaku dengan membuat sebuah website dan mencatut logo Kemensos di website tersebut.

Website itu dicantumkan linknya di pesan berantai yang disebarkan pelaku melalui WhatsApp. Gunanya, saat ada orang yang tergiur hendak mendapatkan bansos harus mengisi data dan menjawab pertanyaan di website tersebut.

"Dia (pelaku) pakai logonya Kementerian Sosial sehingga kesannya ini seperti yang menyebarkan ini benar Kemensos. Di website itu ada iklan-iklan, disitu pelaku batasi hanya 2 iklan dan dari iklan itulah dia dapat meraup keuntungannya," tuturnya.

Baca Juga:  Beredar Nomor Kontak untuk Meminta Plasma Konvalesen, Ini Klarifikasi UDD PMI

Yusri menerangkan, pelaku membuat banyak sekali website dan dari tiap website itu pelaku bisa meraup untung Rp200 juta. Pelaku sejauh ini mengaku sudah melakukan aksinya selama 6 bulanan sehingga untung yang didapatkannya sebanyak Rp1,5 miliar selama waktu tersebut.

"RR mengaku sudah melakukan aksinya tersebut sejak November 2020 hingga sampai ditangkap sekarang, selama itu dia dapat Rp1,5 miliar, dia terima dari iklan-iklan yang ada di website," katanya.

Kini, tambahnya, RR dijerat dengan Pasal 35 Jo Pasal 51 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 12 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini