Malam Takbir Idul Adha Sepi, Warga Kangen Takbiran Keliling

Riezky Maulana, iNews · Senin 19 Juli 2021 21:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 338 2443117 malam-takbir-idul-adha-sepi-warga-kangen-takbiran-keliling-VXsxzSdn0T.jpg Takbiran Idul Adha sepi (Foto : MPI/Riezky)

JAKARTA - Malam takbiran jelang Hari Raya Idul Adha 1442 H di Vila Nusa Indah yang merupakan perbatasan antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor, Senin (19/7/2021) malam tampak sunyi. Takbiran menyambut hari kemenangan itu tak menggema di jalan-jalan.

Suara takbir kebanyakan bersumber dari masjid-masjid. Di sepanjang jalan, tak ada satupun takbir keliling yang terlihat.

Bahkan, di salah satu masjid yaitu, Masjid Raudathul Jannah pintu tertutup rapat. Tak terdengar gema takbir.

Warga setempat bernama Hadi Farhan (27) mengaku rindu dengan suasana perayaan hari raya sebelum adanya pandemi Covid-19. Hal itu dikarenakan banyak aktivitas yang dibatasi untuk mencegah penularan virus.

"Kangen sama malam takbiran atau lebaran sebelum ada pandemi ya, maksudnya kayak sekarang kan kita terbatas aktivitas karena angka Covid masih tinggi," ujar Farhan di Villa Nusa Indah, Senin malam.

Baca Juga : Takbir Idul Adha Virtual, Wapres Ingatkan Jaga Diri dari Covid-19 Hukumnya Wajib

Selain itu, hal yang membuat Farhan merasa rindu dengan suasana hari raya sebelum adanya pandemi karena kehilangan tradisi pulang kampung. Dirinya mengaku sudah melewati empat kali momentum mudik selama Covid-19 mewabah.

"Kita sebagai warga, apalagi warga Indonesia yang biasa Idul Fitri atau Idul Adha pulang kampung, ngerayain salat Id bareng, rame-rame, ini udah empat kali lebaran salat id di rumah aja, enggak ada aktivitas," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan takbir keliling pada saat malam Idul Adha dilarang. Staf Khusus Menteri Agama RI bidang Kerukunan Umat Beragama, Ishfah Abidal Aziz menegaskan aturan ini telah diatur dalam Surat Edaran Menteri Agama.

“Jadi begini untuk pelaksanaan takbiran sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 tahun 2021 yang ketentuan lebih rinci nanti tidak atur di dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 16 tahun 2021,” ujar Ishfah secara virtual.

Ishfah menegaskan SE Menag tersebut mengatur pelaksanaan takbiran baik di masjid maupun mushola di wilayah zona-zona COVID-19. Dimana daerah yang dinyatakan aman oleh pemerintah maksimal 10 persen.

“Itu diatur bahwa pelaksanaan takbiran di yang dilaksanakan di masjid dan mushola, untuk daerah-daerah yang dinyatakan sebagai zona aman ya oleh pemerintah setempat atau Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tempat maka dapat dilaksanakan maksimal 10 persen dari kapasitas yang ada,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini