PWNU DKI Minta Ulama Edukasi Masyarakat agar Pahami Kebijakan Penanganan Pandemi

Antara, · Rabu 21 Juli 2021 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 338 2443566 pwnu-dki-minta-ulama-edukasi-masyarakat-agar-pahami-kebijakan-penanganan-pandemi-8mhLm3Dmv4.jpg Ketua Tanfidziyah PWNU DKI KH Syamsul Ma'arif (Foto: istimewa)

JAKARTA - Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif meminta para ulama dan tokoh masyarakat mengedukasi masyarakat agar memahami kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam penanganan menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya juga berharap bahwa tokoh masyarakat dan agama di DKI Jakarta untuk tidak mengeluarkan pandangan yang memicu adanya sikap acuh tak acuh dari masyarakat terhadap bahaya pandemi ini,” kata Syamsul, Rabu (21/7/2021).

Ia menuturkan, saat ini umat Islam merayakan Idul Adha di tengah pandemi Covid-19 yang dapat dijadikan simbol kebersamaan dan ketulusan antarumat.

Baca juga: NU Ajak Masyakarat Lakukan Resolusi Jihad Lawan Covid-19

Menurut dia, kebersamaan dan ketulusan adalah hal yang sangat penting dipegang teguh oleh setiap individu dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi pada saat ini kondisi wabah Covid-19 masih menghambat kegiatan masyarakat umum.

“Jadi Idul Adha itu ada dua hal penting, pertama adalah sebagai simbol kebersamaan bahwa manusia semuanya sama, tidak ada yang lebih hebat. Sebagai simbol kebersamaan manusia tidak boleh sombong. Kita hilangkan sifat-sifat egois yang tidak baik,” kata Samsul.

Baca juga: PWNU DKI: Jangan Takut Divaksin, Rujukan Kita MUI dan BPOM

Sementara itu, simbol kurban, menurut Samsul menandakan sikap ketulusan yang mesti diaktualisasikan secara nyata dengan menerima kondisi saat ini.

Kemudian yang kedua adalah simbol kurban, yaitu bentuk ketulusan untuk mengatasi keadaan pandemi virus corona.

Samsul menambahkan, pandemi Covid-19 sebagai momen introspeksi diri sehingga tidak perlu adanya rasa pesimis terhadap kondisi sekarang.

Dia meyakini bila wabah Covid-19 berlalu, masyarakat akan makmur dan sejahtera. “Untuk sementara memang tidak enak, tapi yakinlah bahwa suatu saat nanti kita akan menikmati hasilnya,” ujar dia.

Baca juga: Kepatuhan Prokes di Restoran Paling Rendah, Tak Capai 80%

Sebelumnya, PWNU Jakarta juga turut mensosialisasikan kepada warga terutama para Nahdliyin di DKI agar Shalat Idul Adha dan takbiran dilakukan di rumah masing-masing.

“Kalau pun ada di Masjid, ya cukup pengurusnya saja. Jangan ada yang takbir keliling. Mari kita jadikan rumah masing-masing sebagai Masjid,” kata dia.

Baca juga: Wagub DKI Minta Yayasan Pengelola Kremasi Tak Ambil Untung

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini