Supaya Sapi Tidak Ngamuk Sebelum Disembelih, Ini Alat Khusus yang Disiapkan

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 21 Juli 2021 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 338 2443813 supaya-sapi-tidak-ngamuk-sebelum-disembelih-ini-alat-khusus-yang-disiapkan-nU5mC26V6n.jpg Alat khusus disiapkan untuk menghindari amukan sapi saat hendak disembelih (Foto: Instagram/@kominfotikjs)

JAKARTA - Mengantisipasi sapi mengamuk saat disembelih untuk melaksanakan ibadah kurban Idul Adha 1442 Hijriah,  Pemerintah Kota (Pemkot) Administratif Jakarta Selatan menggunakan alat khusus. Berdasarkan unggahan akun Instagram @kominfotikjs alat khusus tersebut berbentuk seperti kandang. Lalu, sapi yang akan disembelih dimasukan ke kandang besi tersebut.

Kemudian petugas terlihat sedang mengikat hewan qurban itu ke salah satu sisi alat itu. Setelah terikat dengan kencang, petugas membuka sisi samping alat tersebut. Selanjutnya, sapi sudah siap dan rebah dalam posisi disembelih.

Plt Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji menyebut alat bantu tersebut sangat memudahkan petugas dalam proses penyembelihan.

"Tahun ini kita gunakan alat yang memudahkan kita menggunakan alat dalam penyembelihan hewan kurban. Jadi tidak ada lagi cara konvensional tapi menggunakan alat yang memudahkan untuk melakukan penyembelihan hewan qurban," ucap Isnawa kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga : Oknum Satpol PP Arogan ke Pedangang Angkringan Saat Penertiban PPKM Darurat di Tangsel

Isnawa menyebut Pemkot Jaksel menyediakan 48 ekor sapi dan 104 ekor kambing untuk yang dikurbankan pada tahun ini. Kemudian daging qurban tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak.

"Memang sebagian besar daging ini selain untuk fakir miskin. Kita minta bantuan Lurah, Camat supaya daging qurban ini bisa disalurkan juga ke keluarga yang melakukan isoman dirumahnya," tuturnya.

Isnawa menambahkan bahwa para petugas yang dilibatkan proses penyembelihan sudah dicek kesehatannya. Tak lain untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 saat berlangsungnya penyembelihan.

"Betul-betul kita cek petugasnya jangan sampai terpapar Covid-19. Mereka jaga jarak, tidak merokok dan menjaga kesehatan dan mereka sudah diswab. Jadi seandainya reaktif dan lain-lain kita tidak izinkan menjadi petugas," terangnya.

Lebih lanjut, Isnawa meminta bantuan distribusi kepada alim ulama dan juga tokoh-tokoh untuk memastikan tepat sasaran.

"Kita minta kepada alim ulama dan tokoh tokoh yang kita ajak kerja sama untuk bisa membantu juga menyampaikan daging qurban dari Kantor Walkot kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini