10 Perkantoran dan Perindustrian di Jakbar Langgar PPKM Darurat

Dimas Choirul, MNC Media · Rabu 21 Juli 2021 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 338 2443887 10-perkantoran-dan-perindustrian-di-jakbar-langgar-ppkm-darurat-dXE4ENuGfR.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sudin Nakertrans) Jakarta Barat mencatat sebanyak 10 tempat perkantoran melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sepanjang 3-20 Juli 2021.

Kepala Seksi Pengawasan Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Jakarta Barat Tri Yuni Wanto mengatakan, jumlah itu didapat usai pihaknya melakukan pengawasan di seluruh gedung perkantoran atau perindustrian selama periode 3-12 Juli 2021.

"Sekitar 10-an (kantor) sudah kita tindak semuanya. Kita lakukan penghentian kegiatan sementara," kata Tri saat dihubungi, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga:  Total Denda PPKM Darurat di Majalengka Lebih Dari Rp185 Juta

Ia mengatakan, perkantoran yang banyak melanggar aturan selama PPKM Darurat yakni yang banyak beroperasi di Jalan Prepedan, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat. Sebab, di sana banyak industri rumahan yang bercampur dengan rumah penduduk.

Untuk pengawasan selama PPKM level 4, pihaknya akan tetap melaksanakan pemantauan inspeksi sidak seperti biasa. "Cuma kita harus ketatkan kembali karena tim-tim kita harus berjalan kan sebelumnya untuk melakukan pemantauan dan monitoring kembali," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, saat hari pertama perpanjangan PPKM level 4, terdapat beberapa perkantoran non esensial atau kritikal beroperasi. Namun, pihaknya memberi toleransi lantaran pengumuman perpanjangan PPKM level 4 baru diumumkan semalam.

"Karena pengumuman diperpanjangkan malem ya jadi kita kasih dispensasi untuk hari ini. Supaya besok bisa tutup," ujarnya.

Baca Juga:  Dukung PPKM Darurat Diperpanjang, Muhammadiyah Imbau Taati Instruksi dari Pemerintah

Kendati begitu, kepada pemilik kantor yang masih ngotot beroperasi selama perpanjangan PPKM level 4, pihaknya akan memberikan sanksi tegas. "Yang masih nakal kita imbau supaya tetap menjalankan protokol kesehatan kalau enggak kita lakukan penindakan, kita buatkan nota pemeriksaan biar ga mengulangi perbuatan itu," kata dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini