Periksa 7 Saksi, Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Dugaan Kartel Kremasi di Jakbar

Dimas Choirul, MNC Media · Jum'at 23 Juli 2021 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 338 2445117 periksa-7-saksi-polisi-ungkap-fakta-baru-kasus-dugaan-kartel-kremasi-di-jakbar-a6vX19guS1.jpeg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat telah menyelidiki tujuh saksi kasus dugaan kartel kremasi yang sempat viral. Polisi menemukan fakta baru dari hasil pemeriksaan itu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terungkap adanya dugaan praktek percaloan.

"Namun masing-masing berdiri sendiri (pribadi), tidak terorganisir seperti kartel, mereka modusnya menaikkan harga dengan motif memperoleh keuntungan," tutur Joko, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Akses Rumah Tahfiz Alquran Ditembok Anggota Dewan, Sempat Mediasi Namun Gagal

Kemudian, polisi juga telah mengonfirmasi penyebar narasi bernama Martin dengan foto nota dari Astrid. 

Joko mengungkapkan, hingga saat ini Polres Metro Jakarta Barat belum menerima laporan korban dugaan praktik kremasi. Untuk itu, pihaknya masih terus melakukan upaya penyelidikan terkait dugaan praktik kremasi tersebut.

Adapun ketujuh orang saksi yang sudah diperiksa polisi yakni, dua orang pengelola yayasan mulia di Jakarta Barat, satu orang pengelola krematorium mulia di Karawang, satu orang pembuat narasi viral serta tiga orang saksi terkait lainnya.

Baca juga: Deretan Penggerebekan Perselingkuhan yang Viral di Indonesia

Diketahui sebelumnya, sebuah pesan berantai tentang kuitansi kartel kremasi viral di masyarakat. Dalam kuitansi itu tertulis atas nama Martin asal Jakarta Barat. Ia mengaku diperas Rp80 juta oleh sindikat kartel kremasi untuk mengkremasi ibunya yang meninggal dunia di rumah sakit pada Senin 12 Juli 2021. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini