Daripada Demo, Ariza Minta Sampaikan Aspirasi dengan Cara Lain di Tengah Pandemi

Antara, · Sabtu 24 Juli 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 338 2445193 daripada-demo-ariza-minta-sampaikan-aspirasi-dengan-cara-lain-di-tengah-pandemi-yp9rPfZmSk.jpg Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat paham mengenai kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini sedang terjadi. Sehingga pihaknya mengimbau agar tak perlu demonstrasi terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Memang negara ini demokratis dan diperbolehkan demo sesuai aturan undang-undang yang ada, namun harus dipahami saat ini sedang dalam masa pandemi, jika ada demo nanti ada kerumunan dan jika ada kerumunan akan ada interaksi yang menyebabkan penularan Covid-19," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat 23 Juli 2021 malam.

Baca Juga:  Satpol PP Jadi Penyidik, tapi Bukan Seperti Polisi

Jangan sampai, kata Riza, niat demo yang mungkin baik, namun malah berakibat pada penularan Covid-19 yang lebih besar. Riza mengatakan, PPKM yang menjadi sorotan dalam ajakan aksi tersebut, dibuat pemerintah dengan tujuan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga.

"Sehingga PPKM ini tujuannya kan sebenarnya baik," kata Riza.

Daripada berdemo, Riza meminta agar siapa pun yang berencana untuk melakukan aksi demonstrasi, lebih baik menyampaikan aspirasi dengan cara lain baik secara tertulis ataupun langsung, terlebih disampaikan dengan konsep, naskah akademik dan lain sebagainya.

"Prinsipnya siapa pun boleh memberi masukan untuk kepentingan bangsa dan negara. Tapi kalau demo-demo sekalipun diperbolehkan demo, ini masa pandemi enggak boleh ada kerumunan, jangan sampai demo berakibat pada penularan Covid-19," katanya.

Baca Juga:  Penutupan 27 Exit Tol di Jateng Diperpanjang hingga 25 Juli 2021

Kondisi Covid-19 di Jakarta saat ini ada 79.635 kasus aktif (orang yang masih dirawat/isolasi) dari total kasus 778.520 kasus setelah mengalami penambahan kasus positif sebanyak 8.033 kasus.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 687.864 dengan tingkat kesembuhan 88,4 persen dan total 11.021 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,4 persen.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini