Share

Anies: Positivity Rate Covid DKI Jakarta Turun Meski Testing di Atas Standar WHO

Jonathan Nalom, MNC Media · Minggu 25 Juli 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 25 338 2445681 anies-positivity-rate-covid-dki-jakarta-turun-meski-testing-di-atas-standar-who-4n8hTwLkTH.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tren positivity rate kasus Covid-19 di DKI Jakarta kian menurun. Hal tersebut meskipun jumlah testing yang dilakukan pihaknya sesuai dengan apa yang disarankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Jadi ada tren positivity rate yang menurun, disisi lain itu testing kita selalu tinggi, yang disyarakatkan oleh Kemenkes itu 15 kali lebih tinggi daripada standar WHO,” ujar Anies.

BACA JUGA: Anies Terbitkan Kepgub PPKM Level 4, Ini Isinya 

Bahkan, Anies menyebut pihaknya berhasil jauh melebih target tersebut. Dikatakannya, testing di DKI Jakarta sempat menyentuh 30 kali lebih banyak dari standar WHO.

“Jakarta sudah di atas itu, dan bahkan beberapa kali kita di atas 30 kali standar WHO,” imbuhnya.

Oleh sebabnya, Anies meyakini kebenaran data positivity rate yang menurun. Pasalnya dalam sepuluh hari kebelakang, angka positivity rate Jakarta terus menurun.

“Jadi kalau anda menyaksikan tadi positivity ratenya menurun, artinya memang ada tren turun,” ujarnya

BACA JUGA: Anies Ajak Warga Ikuti Vaksinasi Covid-19 dan Ceritakan Pengalamannya ke Tetangga 

Sebelumnya, Anies mengatakan positivity rate di wilayahnya pernah menyentuh angka 43 persen. Kemudian, tren tersebut menurun hingga 16 Juli 2021 pada angka 41 persen.

Adapun pada 18 Juli angkanya menjadi 36 persen, pada 21 Juli menjadi 28 persen. Terakhir pada data per Sabtu (24/7/2021) kemarin berada pada angka 24 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Anies mengatakan untuk tidak menyimpulkan secara cepat sudah lewatnya puncak kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta. Menurutnya, pengambilan kesimpulan mengenai tren kasus membutuhkan data yang dilihat mingguan.

“Menurut saya jangan kita buru-buru menyimpulkan karena ini berbeda dengan aliran lalu lintas yang bisa diprediksi jam-jaman, kalau ini waktunya perlu mingguan.” pungkasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini