Bima Arya Klaim Ganjil Genap Lebih Efektif ketimbang Penyekatan

Haryudi, Koran SI · Senin 26 Juli 2021 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 338 2445983 bima-arya-klaim-ganjil-genap-lebih-efektif-ketimbang-penyekatan-6OPe6fuoaQ.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto: Haryudi)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim sistem Ganjil Genap lebih efektif dan efisien ketimbang penyekatan untuk menekan mobilitas warga.

Bahkan, kata Bima Arya, sistem ganjil genap ini diapresiasi oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Balai Kota Bogor, Minggu petang, 25 Juli 2021.

"Karena penyekatan kemarin membutuhkan energi yang besar juga tingkat keterpaparan yang tinggi di antara para petugas. Tapi bukan berarti penyekatan ditinggalkan. Ditambah dengan sistem Ganjil Genap yang diapresiasi Pak Menhub dan Pak Menko, mungkin akan juga dijalankan di kota - kota lain," urai Bima Arya.

Baca Juga: 99 Warga Kota Bogor Meninggal saat Isolasi Mandiri Sejak PPKM Diberlakukan, Ini Kata Bima Arya

Meski begitu, kebijakan Ganjil Genap ini bukan berarti akan diterapkan di hari - hari biasa setelah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir. Kebijakan ini akan kembali dievaluasi Forkopimda.

"Nanti akan kita putuskan apakah hari biasa berlanjut atau tidak. Sepertinya PPKM seperti yang disampaikan bapak Presiden, ke depan akan menyesuaikan dengan levelnya," sahut Bima Arya.

Dengan maksud, masih kata Bima Arya, bagi yang indikator penularan Covid-19 di daerah membaik, maka bisa turun ke level 3 atau 2. Jika tidak, maka statusnya masih berada di level 4.

"Tapi level 4 pun ada relaksasi saya lihat. Relaksasi dalam hal misalnya aktivitas ekonomi di pasar dan rumah makan. Tapi detailnya masih kita tunggu," jelasnya.

Baca Juga:  Dianggap Ampuh, Ganjil-Genap di Kota Bogor Diperpanjang Sepekan ke Depan

Seperti diketahui pada akhir pekan ini, dari data yang ada, sejak Jumat 23 Juli 2021 hingga Minggu 25 Juli 2021 ada ribuan kendaraan yang terpaksa diputar balik. Tercatat, ada total 7.921 kendaraan roda empat dan 13.828 kendaraan roda dua yang diputarbalikkan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini