Hari Pertama Perpanjangan PPKM Level 4, Penumpang KRL Naik 20-25 Persen

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 26 Juli 2021 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 338 2446073 hari-pertama-perpanjangan-ppkm-level-4-penumpang-krl-naik-20-25-persen-o5U6MACGoS.jpg Pengecekan STRP di Stasiun Bogor. (Foto: Putra R)

BOGOR - Hari pertama perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, terjadi peningkatan penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor. Hal itu terjadi dikarenakan pekerja di beberapa sektor sudah kembali beraktivitas.

"Hari ini memang sudah ada sektor yang dibuka, nonformal seperti bengkel, pedagang, juga ada tempat makan yang diijinkan sehingga volume kami naik hari ini," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba di Stasiun Bogor, Senin (26/7/2021).

Anne menyebut, sejak pukul 04.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB, pihaknya telah melayani sekitar 60 ribu penumpang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 20 persen dibandingkan pada PPKM sebelumnya.

"Yang biasanya sampa jam 8 pagi itu kita melayani sekitar 40-50 ribu, hari ini hampir 60 ribu kita layani sampai pukul 8 pagi. Jadi kenaikan 20-25 persen tadi dari jam 4 pagi sampai setengah 7 pagi," jelasnya.

Terkait aturan, lanjut Anne, masih sama dengan sebelumnya. Calon penumpang wajib menunjukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Baca juga: Daftar Lengkap Daerah Jawa-Bali Terapkan PPKM Level 3 dan 4, Cek Daerahmu di Sini

"Untuk dokumen perjalanan tidak ada yang berubah jadi pengguna jasa Commuter Line tetap membawa surat keterangan kerja baik dari perusahaan atau pemerintahan setempat," tambah Anne.

Termasuk aturan protokol kesehatan bagi para penumpang seperti penggunaan masker double sampai pembatasan kapasitas setiap gerbong.

"Kapasitas 52 per kereta, menggunakan masker double, harus antre sekarang terakhir ini mereka harus bawa surat perjalanan. Mungkin pro dan kontra ada tapi kita lihat prosesnya mereka tertib," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi resmi melanjutkan PPKM Level 4 di Pulau Jawa dan Bali pada 26 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021. Namun, pada sektor ekonomi rakyat perlahan mulai dibuka dengan protokol kesehatan ketat dan pembatasan.

Jokowi mengatakan, pasar rakyat yang menjual sembako boleh buka seperti biasa dengan protokol kesehatan ketat. Kemudian, pedagang kaki lima (PKL), toko kelontong, agen, outlet voucher, loundri, pangkas rambut, pedagang asongan, bengkel, cucian kendaraan, beserta usaha kecil lainnya diperbolehkan beroperasi sampai pukul 21.00 WIB. 

Lalu lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka dibolehkan buka dengan prokes sampai pukul 20.00, dan maksimum waktu makan pengunjung 20 menit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini