Anies Sebut Keterisian RS Covid-19 DKI Jakarta Mulai Turun

Tim Okezone, Okezone · Senin 26 Juli 2021 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 338 2446298 anies-sebut-keterisian-rs-covid-19-dki-jakarta-mulai-turun-Pq2NfDhEbP.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa kondisi rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 sudah mulai menurun dan tak sepenuh saat puncak kasus Covid-19 pada bulan lalu.

Anies mengungkapkan bahwa dirinya sudah berkeliling ke sejumlah rumah sakit dan menemukan saat ini kondisi rumah sakit sudah berbeda dari sebelumnya.

"Kami terus berkeliling dan saya mendatagi rumah sakit, puskesmas, dan melihat langsung di lapangan dan memantau CCTV dan tadi sudah memantau di Rumah Sakit Budi Asih, Duren Sawit situsasinya sudah berbeda ketika kita datang sebelumya," kata Anies, Senin (26/7/2021).

"Waktu itu rumah sakit penuh bahkan di selasar rumah sakit pun itu dipenuhi pasien yang akan masuk ke IGD antreannya penuh. IGD juga penuh, rawat inapnya penuh, dan ICU-nya penuh," imbuhnya.

Baca juga: Anies: Pemakaman Protap Covid-19 di DKI Jakarta Kini di Bawah 200 per Hari

Mantan Mendikbud itu memastikan bahwa saat ini kondisi di sejumlah selasar rumah sakit sudah kosong. Sementara itu, lanjut dia, IGD di rumah sakit rujukan Covid-19 juga mulai banyak yang kosong.

"Hanya ada beberapa pasien dan situasi seperti ini terlihat dibanyak rumah sakit di Jakarta," jelas dia.

Baca juga: Sempat Tembus 113 Ribu, Anies : Kasus Aktif Turun Jadi 64 Ribu

Anies melanjutkan, saat ini aliran pasien baru yang datang ke fasilitas rumah sakit juga telah berkurang dibandingkan pada bulan lalu.

"Harapannya nanti yang keluar dari rumah sakit juga banyak dan yang masuk juga sedikit karena itu beban rumah sakit berkurang. Tapi yang masih berada di rumah sakit masih ada," ujar Anies.

Meski demikian, Anies mengingatkan bahwa warga harus tetap hati-hati untuk memaknai kondisi mulai berkurangnya pasien Covid-19 di Ibu Kota.

Menurut dia, saat ini kasus aktif berada di angka 64 ribu. Angka ini, lanjutnya, dua kali lipat lebih besar dari kasus pada gelombang pertama.

"Artinya hari ini ada 64 ribu yang sudah dinyatakan positif dan belum dinyatakan sembuh. Angka 64 ribu dua kali lebih tinggi dibandigkan puncak gelombang pertama lalu. Jadi ketika sekarang mengatakan kasus menurun jangan cepat puas karena statusnya masih dua kali dibandingkan gelombang pertama," tuturnya.

Baca juga: Positivity Rate Covid-19 di DKI Jakarta Menurun, Anies: Jangan Cepat Simpulkan Sudah Lewat Puncak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini