Mendagri Sebut Masyarakat Tangsel Masih Kesulitan Dapat Kamar di RS Rujukan Covid-19

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 27 Juli 2021 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 338 2446763 mendagri-sebut-masyarakat-tangsel-masih-kesulitan-dapat-kamar-di-rs-rujukan-covid-19-NC9rhQWNM4.jpg Mendagri Tito Karnavian. (Foto : Hasan Kurniawan)

TANGERANG SELATAN - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyatakan, tingginya bed occupancy rate (BOR) di RS rujukan Covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih perlu diwaspadai.

Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menambah ketersediaan BOR. Dengan begitu, tidak ada lagi penderita Covid-19 dengan gejala berat yang harusnya mendapatkan perawatan di rumah sakit, menjadi isolasi mandiri di rumah.

"Memang meskipun angka positif rate-nya naik turun, fluktuatif, saya memberi catatan khusus mengenai BOR, masih di atas 60%. Ini perlu diwaspadai," kata Tito, kepada Sindonews, di Pemkot Tangsel, Selasa (27/7/2021) siang.

Ia melanjutkan, dengan ketersediaan BOR yang ada saat ini, masyarakat kesulitan mendapatkan kamar untuk perawatan. Hal ini sangat berbahaya bagi pasien gejala berat.

"Karena kalau bed-nya di atas 60%, itu artinya masyarakat masih kesulitan mendapatkan tempat perawatan. Untuk itu, perlu dilakukan penambahan bed untuk pasien Covid-19, baik di RS pemerintah dan swasta," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengakui, pihaknya masih kekurangan ketersediaan tempat tidur pasien gejala berat di Intensive Care Unit (ICU).

Baca Juga : Tekan Kasus Covid-19, Panglima: TNI Gunakan Tracer Digital dan Lapangan

"Ke depan, di hilir kami akan mempersiapkan ketersediaan tempar tidur, terutama ICU yang banyak dibutuhkan masyarakat. Dari sekira 22 RSU yang ada di Kota Tangsel, 71 tempat tidurnya penuh semua," tutur Benyamin.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini