Jual Tiket Pesawat Plus Hasil PCR Palsu, Wanita Ini Ditangkap

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Selasa 27 Juli 2021 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 338 2446803 jual-tiket-pesawat-plus-hasil-pcr-palsu-wanita-ini-ditangkap-fUwdbAJNrX.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat rilis kasus hasil tes PCR palsu. (Foto : MNC Portal/Refi Sandi)

JAKARTA - Seorang agen tiket pesawat berinisial FN ditangkap Ditreskrimsus Polda Metro Jaya lantaran menjual hasil tes polymerase chain reaction (PCR) palsu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan tersangka FN adalah agen tiket pesawat yang menjual via media sosial. Selain itu, FN menawarkan paket tiket pesawat berikut surat hasil swab PCR palsu.

"FN ini menawarkan tiket pesawat plus PCR tanpa melalui tes. Nanti akan keluar dan keasliannya dia bisa jamin," ucap Yusri saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (27/7/2021).

Tersangka FN diduga menjual tiket pesawat dengan menawarkan surat swab PCR dengan hasil negatif kepada calon penumpang. Yusri menyebut calon penumpang tidak perlu melakukan tes swab secara ilmiah untuk mendapatkan surat swab PCR palsu tersebut.

"Dengan biaya tambahan PCR palsu Rp700 ribu. Tiket pesawat plus PCR palsu hasilnya negatif," ujarnya.

Yusri menambahkan, tersangka FN menawarkan swab PCR palsu ini sejak Juni 2021. Ia menjelaskan, FN bukan pelaku utama, melainkan memesan kepada seseorang yang masih dalam pengejaran polisi.

"Kami masih mengejar, karena hasil periksa awal yang buat PCR ini bukan FN ini. Dia memesan juga kepada seseorang yang sekarang masih DPO," katanya.

Baca Juga : Polda Metro Jaya Serahkan 138 Tabung Oksigen Sitaan ke Pemprov DKI Jakarta

Lebih lanjut, Yusri menegaskan kepada masyarakat untuk tidak menggunakan surat swab PCR palsu untuk melakukan perjalanan atau syarat apapun. Itu karena hal tersebut bisa membahayakan keselamatan nyawa banyak orang.

"Karena dampaknya ini sangat berbahaya. Pemesan bisa terbang lengkap dengan PCR yang hasilnya negatif tanpa dites. Karena dia tidak dites, kemungkinan bisa saja dia bisa positif dan menularkan kepada yang lain," tuturnya.

Atas perbuatannya itu, FN dijerat Pasal 35 dan 51 UU ITE No 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU No 11 Tahun 2008, serta Pasal 263 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini