Wagub Ariza Bagikan Tips Antisipasi Covid-19 Varian Delta Plus

Komaruddin Bagja, Sindonews · Jum'at 30 Juli 2021 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 338 2448532 wagub-ariza-bagikan-tips-antisipasi-covid-19-varian-delta-plus-eJEcRMcEuE.jpg Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menyampaikan beberapa cara agar warga Ibu Kota dapat mencegah penularan Covid-19 varian terbaru. Diketahui, varian baru yang dimaksud yakni varian "Delta Plus" alias AY.1

"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada pilihan bagi kita semua selain ada di rumah. Laksanakan prokes, varian ini akan berkembang terus, akan ada terus jadi yang tepat yang paling betul tetap berapa di rumah sampai pada waktunya betul-betul diperbolehkan berada di luar rumah, yang paling penting prokes," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga:  10 Orang Diperiksa Kejari Tangerang Terkait Pungli Bansos Covid-19

Dari segi pengawasan, menurutnya Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Perihal aturan baru setelah melihat hasil evaluasi penerapan PPKM Level 4 ini.

"Pengawasan, memang pemerintah di level 4 ini, membuka makan di warung kecil makan selama 20 menit, kami minta waktu yang ada dimanfaatkan," tambahnya.

Politisi Partai Gerindra itu meminta warga untuk tetap berada di rumah saja. "Khusus makan, tidak nongkrong dan kongkow apalagi sambil ngobrol, tidak diperkenankan. Sekalipun dibolehkan makan di warung, kami minta sebaiknya di rumah masing-masing atau di tempat kerja masing-masing bagi yang diperkenankan bekerja," ungkapnya.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Luar Jawa Naik, Satgas: Pembenahan di Hulu Kuncinya

Sekadar informasi, virus corona (Covid-19) varian 'Delta Plus' alias AY.1 dilaporkan sudah masuk Indonesia. Ada tiga kasus ditemukan di RI, tersebar di dua wilayah Indonesia, yakni Mamuju, Sulawesi Barat dan Jambi.

Varian AY.1 adalah turunan dari varian Delta yang masuk variant of concern WHO karena sifatnya yang mudah menular dan menimbulkan gejala berat. Satu hal yang membedakannya adalah ditandai dengan munculnya mutasi K417N.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini